YouTube Uji Coba Fitur Ask YouTube, Pencarian Video Berbasis AI untuk Jawaban Langsung

- Rabu, 20 Mei 2026 | 07:30 WIB
YouTube Uji Coba Fitur Ask YouTube, Pencarian Video Berbasis AI untuk Jawaban Langsung

YouTube mulai menguji coba sebuah fitur baru yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) bernama Ask YouTube, yang dirancang untuk memberikan jawaban langsung kepada pengguna berdasarkan kumpulan video relevan di platform tersebut.

Fitur ini diumumkan oleh Google dalam ajang Google I/O 2026 sebagai bagian dari strategi perluasan integrasi AI di berbagai layanan mereka. Tidak seperti sistem pencarian konvensional yang hanya menampilkan daftar video berdasarkan kata kunci, Ask YouTube memungkinkan pengguna untuk mengajukan pertanyaan dalam bentuk percakapan yang alami. Sistem kemudian akan mengumpulkan potongan-potongan video baik dari konten berdurasi panjang maupun YouTube Shorts yang dinilai paling sesuai untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Sebagai ilustrasi, pengguna dapat mengetik pertanyaan seperti cara mengajari anak naik sepeda, tips memasak tertentu, atau rekomendasi produk. Setelah itu, Ask YouTube akan menampilkan kumpulan hasil video yang dilengkapi dengan ringkasan teks singkat, sehingga pengguna dapat memahami isi video sebelum memutuskan untuk menontonnya secara utuh. Google juga menyebutkan bahwa pengguna nantinya dapat mengajukan pertanyaan lanjutan untuk mempersempit hasil pencarian.

Pendekatan ini membuat pengalaman mencari informasi di YouTube terasa lebih mirip dengan berinteraksi menggunakan AI chatbot, alih-alih sekadar menggunakan mesin pencari video biasa. Fitur Ask YouTube menjadi salah satu bukti bagaimana Google terus memperluas penggunaan AI generatif di seluruh ekosistem produknya.

Dalam kesempatan yang sama di Google I/O 2026, perusahaan juga memperkenalkan berbagai fitur AI lain untuk layanan Search, Gmail, Workspace, hingga Android XR. Namun, untuk saat ini, Ask YouTube baru tersedia bagi pelanggan YouTube Premium di Amerika Serikat melalui halaman YouTube Labs. Google masih belum mengungkapkan kapan fitur tersebut akan dirilis secara lebih luas untuk seluruh pengguna global.

Di sisi lain, selain Ask YouTube, Google juga mulai menghadirkan integrasi Gemini Omni ke dalam aplikasi Create dan YouTube Shorts Remix. Teknologi ini memungkinkan sistem AI untuk memahami dan menghasilkan konten multimedia secara lebih kompleks, termasuk video yang didasarkan pada input multimodal mengombinasikan gambar, audio, video, dan teks. Pengguna nantinya dapat menggabungkan beberapa Shorts, menambahkan prompt dan gambar, serta mempertahankan konteks dari video orisinal sambil menyisipkan diri mereka sendiri ke dalam video atau menerapkan filter tertentu.

Sementara itu, pencipta video Shorts asli memiliki opsi untuk tidak menyertakan remix visual dalam konten mereka. Google mengklaim bahwa Gemini Omni mampu memahami niat pengguna dengan lebih baik, sehingga hasil yang dihasilkan pun lebih konsisten.

Langkah ini menunjukkan upaya YouTube untuk bertransformasi menjadi platform pencarian berbasis AI, bukan sekadar layanan streaming video. Dengan sistem pencarian yang lebih kontekstual, Google berharap dapat mengurangi waktu yang dihabiskan pengguna untuk menemukan jawaban tanpa harus membuka banyak video satu per satu.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags