Pemerintah Kota Tangsel Perkuat Edukasi dan Layanan Kesehatan untuk Tekan Penyebaran HIV/AIDS

- Kamis, 21 Mei 2026 | 11:35 WIB
Pemerintah Kota Tangsel Perkuat Edukasi dan Layanan Kesehatan untuk Tekan Penyebaran HIV/AIDS

Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggencarkan berbagai program untuk menangani dan mencegah penyebaran HIV/AIDS, mulai dari edukasi, layanan kesehatan, hingga penguatan kolaborasi lintas sektor. Upaya ini dilakukan secara terpadu guna menekan angka kasus sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi para penyintas.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa penanganan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, pendekatan yang komprehensif harus mengedepankan kepedulian serta menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

“Penanganan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, komunitas, hingga masyarakat agar upaya pencegahan dan penanganannya berjalan maksimal,” ujar Benyamin, Kamis (21/5/2026).

Ia menjelaskan, persoalan HIV/AIDS bukan semata-mata masalah kesehatan, melainkan juga berkaitan dengan kesadaran masyarakat, edukasi, dan dukungan sosial yang berkelanjutan. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui fasilitas pelayanan kesehatan terus memperkuat akses pemeriksaan dan skrining HIV, layanan konseling, hingga pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, edukasi gencar dilakukan kepada masyarakat, khususnya kelompok usia produktif dan generasi muda. Targetnya, mereka memiliki pemahaman yang benar terkait pencegahan HIV/AIDS dan pentingnya pola hidup sehat.

“Kami terus mengedukasi masyarakat agar tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada ODHA. Mereka harus mendapatkan dukungan dan akses layanan kesehatan yang baik untuk menjalani kehidupan secara optimal,” katanya.

Di sisi lain, Pemkot Tangsel juga menggandeng berbagai pihak, mulai dari komunitas, organisasi masyarakat, hingga institusi pendidikan dalam memperkuat kampanye kesadaran HIV/AIDS. Menurut Benyamin, keterlibatan semua pihak menjadi langkah penting untuk membangun lingkungan yang lebih peduli, sehat, dan inklusif.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat memiliki kesadaran bersama untuk melakukan pencegahan sekaligus memberikan dukungan kepada sesama. Dengan begitu, upaya penanganan HIV/AIDS bisa berjalan lebih efektif,” tutupnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar