Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami koreksi pada perdagangan Rabu, bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional.
Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia Antam, harga jual emas ukuran satu gram tercatat sebesar Rp2.765.000. Angka tersebut turun Rp24.000 dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya. Penurunan ini tidak hanya terjadi pada harga jual, melainkan juga pada nilai buyback atau harga pembelian kembali emas oleh Antam.
Nilai buyback hari ini berada di level Rp2.569.000 per gram, melemah Rp25.000 dari sehari sebelumnya. Selisih antara harga jual dan harga buyback yang mencapai hampir Rp200.000 per gram ini menjadi catatan tersendiri bagi para investor yang ingin menjual kembali emas batangan mereka dalam waktu dekat.
Untuk satuan berat terkecil, emas Antam ukuran 0,5 gram dibanderol dengan harga dasar Rp1.432.500. Setelah ditambahkan pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,25 persen, harga yang harus dibayarkan konsumen menjadi Rp1.436.081. Sementara itu, untuk ukuran dua gram, harga dasar mencapai Rp5.470.000 dan menjadi Rp5.483.675 setelah dikenakan pajak.
Pada kategori ukuran yang lebih besar, emas batangan lima gram dihargai Rp13.600.000 untuk harga dasar, atau Rp13.634.000 setelah pajak. Ukuran sepuluh gram tercatat sebesar Rp27.145.000 untuk harga dasar dan Rp27.212.863 setelah pajak. Adapun untuk ukuran 25 gram, harga dasarnya mencapai Rp67.737.000 dan menjadi Rp67.906.343 setelah dikenakan PPh.
Di sisi lain, untuk ukuran setengah kilogram atau 500 gram, harga dasar yang ditetapkan mencapai Rp1.352.820.000. Setelah ditambah pajak, nilainya menjadi Rp1.356.202.050. Sementara itu, untuk ukuran satu kilogram atau 1.000 gram, harga dasar tercatat sebesar Rp2.705.600.000 dan menjadi Rp2.712.364.000 setelah pajak.
Fluktuasi harga emas Antam ini menjadi perhatian para pelaku pasar, terutama di tengah momentum libur nasional yang biasanya memengaruhi volume transaksi. Meskipun mengalami penurunan, emas batangan tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati masyarakat karena dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.
Artikel Terkait
Manchester City Gagal Pertahankan Gelar, Arsenal Resmi Juara Premier League 2025/2026
Kapolri Mutasi 48 Perwira Menengah, Sejumlah Kombes Naik Pangkat Jadi Brigjen
Pemprov Jabar Imbau Bobotoh Tak Ulangi Kerusuhan Saat Konvoi Juara Persib
Empat Pemuda Lompat ke Kanal Pampang Usai Minum Miras, Satu Orang Masih Hilang