Trump Klaim Perang dengan Iran Akan Segera Berakhir, Tegaskan AS Tolak Nuklir Teheran

- Rabu, 20 Mei 2026 | 09:15 WIB
Trump Klaim Perang dengan Iran Akan Segera Berakhir, Tegaskan AS Tolak Nuklir Teheran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa pemerintahannya bergerak cepat untuk mengakhiri konflik bersenjata dengan Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan Trump di Gedung Putih, Rabu, 20 Mei 2026, saat ia mengklaim bahwa pihak Iran sudah kelelahan dan sangat menginginkan kesepakatan damai.

“Kami akan mengakhiri perang itu dengan sangat cepat. Mereka sangat ingin membuat kesepakatan, mereka sudah lelah dengan semua ini,” ujar Trump dalam keterangannya.

Trump juga menegaskan keyakinannya bahwa konflik tersebut akan segera berakhir. Ia kembali menekankan bahwa Iran tidak akan diizinkan memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun. “Saya pikir semuanya akan selesai dengan sangat cepat, dan mereka tidak akan memiliki senjata nuklir. Mudah-mudahan kami bisa menyelesaikannya dengan cara yang sangat baik,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Trump menyoroti kekuatan militer Amerika Serikat dan mengklaim bahwa operasi terbaru Washington telah melumpuhkan kemampuan militer Iran. “Militer kami adalah yang terhebat di dunia,” ucapnya. Ia menambahkan, “Kami menghancurkan angkatan laut mereka. Angkatan udara mereka sudah hilang. Pertahanan antipesawat mereka sudah hilang. Semua material perang mereka sudah hancur.”

Trump juga menyebut bahwa banyak pemimpin Iran telah tewas dalam konflik tersebut, meskipun ia mengakui bahwa pernyataan itu “tidak terlalu baik untuk diucapkan.” Ia kembali menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan pernah menerima Iran memiliki senjata nuklir. “Kami tidak bisa menerima itu, dan kami tidak akan menerimanya,” tegasnya.

Ketegangan antara kedua negara meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu. Sebagai balasan, Teheran menyerang Israel dan sekutu-sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk, serta menutup Selat Hormuz. Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun perundingan lanjutan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen. Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar