Rumor kuat menyeruak di jagat sepak bola nasional: Djajang Nurjaman dikabarkan menjadi calon kuat pelatih baru PSIS Semarang untuk mengarungi Liga 2 musim 2026/27. Langkah ini menjadi sinyal keseriusan manajemen klub dalam membangun skuad kompetitif demi merebut satu tiket promosi ke Liga 1.
Isyarat pertama justru muncul dari jagat maya. Ketua kelompok suporter Panser Biru Wareng, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, memberikan petunjuk yang mengarah pada sosok pelatih anyar Laskar Mahesa Jenar. Dalam unggahan tersebut, ia menyebut bahwa calon pelatih PSIS masih terikat kontrak dengan klub Liga 1, memiliki lisensi AFC Pro, dan pernah membawa klubnya menjadi juara.
“Calon pelatih PSIS cluenya masih terikat dengan klub Liga 1, lisensi AFC Pro, pernah membawa klubnya juara. Akan diumumkan setelah Liga 1 berakhir? Aku kayaknya tahu pelatihnya siapa hahahah,” tulis Wareng dalam unggahannya.
Lebih lanjut, dalam kolom komentar, Wareng menyinggung inisial DN. Petunjuk itu langsung mengerucut pada satu nama: Djajang Nurjaman, sosok yang akrab disapa Djanur.
Pria kelahiran Majalengka, 30 Oktober 1964, itu bukanlah nama baru di pentas sepak bola Tanah Air. Saat ini, ia menjabat sebagai direktur teknik di Persib Bandung sejak 2025. Namun, rekam jejaknya sebagai pelatih kepala terbilang mentereng. Ia memegang lisensi AFC Pro dan pernah membawa Persib Bandung menjadi juara Indonesia Super League pada 2014. Pada 2017, ia juga mengantarkan tim berjuluk Maung Bandung itu finis ketiga di Piala Presiden.
Perjalanan karier Djanur tidak berhenti di Bandung. Ia pernah menukangi sejumlah klub besar seperti PSMS Medan, Persebaya Surabaya, Barito Putera, Persikabo 1973, Persela Lamongan, dan Gresik United. Bersama PSMS Medan, ia sukses membawa tim menjadi runner-up Liga 2 pada musim 2017. Dua tahun berselang, ia kembali meraih prestasi serupa saat membawa Persebaya Surabaya menjadi runner-up Piala Presiden 2019. Pada musim 2023/24, namanya semakin moncer setelah meraih penghargaan Best Coach Liga 2 saat menangani Persela Lamongan.
Sementara itu, di bawah kepemimpinan CEO Datu Nova, PSIS Semarang dikabarkan mulai bergerak cepat. Tidak hanya fokus pada kursi pelatih, manajemen juga disebut aktif dalam perburuan pemain. Salah satu nama yang masuk radar adalah gelandang asal Argentina, Jonathan Bustos, yang sebelumnya memperkuat Borneo FC. Kehadiran Bustos diyakini akan memperkuat lini tengah PSIS pada musim depan.
Jika seluruh rumor ini terbukti benar, ambisi PSIS untuk segera kembali ke Liga 1 tampak begitu nyata. Klub ingin tampil dengan kekuatan penuh sejak awal kompetisi Liga 2 2026/27. Namun, hingga saat ini, manajemen PSIS belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penunjukan Djajang Nurjaman maupun kabar kedatangan Jonathan Bustos. Publik pun masih menunggu kepastian dari pihak klub.
Artikel Terkait
Wakil Ketua Komisi I DPR Kecam Penangkapan 5 WNI oleh Militer Israel dalam Misi Kemanusiaan di Mediterania
MT Pertamina Halmahera, Kapal Raksasa Pengangkut 160.000 Kiloliter BBM Jadi Tulang Punggung Distribusi Energi Nasional
DePA-RI dan Law Society of Singapore Perkuat Kerja Sama Hukum Bilateral demi Perlindungan Investasi Lintas Negara
Mahasiswi Unhas Ditemukan Tewas di Kampus Gowa, Diduga Jatuh dari Lantai Tiga