PKB Desak Pemerintah Kerahkan Diplomasi Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel di Gaza

- Senin, 18 Mei 2026 | 23:16 WIB
PKB Desak Pemerintah Kerahkan Diplomasi Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel di Gaza

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendesak pemerintah untuk mengerahkan seluruh instrumen yang dimiliki, termasuk jalur diplomasi, guna membebaskan sejumlah jurnalis yang ditangkap oleh otoritas Israel saat tengah menjalankan misi kemanusiaan membawa bantuan ke Gaza. Seruan ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, di tengah meningkatnya keprihatinan atas nasib para pekerja media yang dianggap tengah mengemban tugas mulia di tengah konflik.

“Ya tentu, segala kekuatan harus kita lakukan, termasuk diplomasi, termasuk berbagai cara kerja yang nanti Menlu lebih tahu,” ujar Muhaimin yang akrab disapa Cak Imin kepada wartawan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (18/5). Pernyataan tersebut menegaskan bahwa PKB memandang persoalan ini bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan sebuah ujian bagi komitmen kemanusiaan dan kedaulatan diplomasi Indonesia.

Di sisi lain, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Taufiq R Abdullah, mengecam keras tindakan Israel yang dinilai sewenang-wenang dan mengabaikan hukum internasional. Menurutnya, tidak ada lagi rasa hormat terhadap etika dan aturan global yang berlaku di medan konflik tersebut.

“Siapa pun yang memiliki jiwa kemanusiaan, saya pikir mengecam sikap itu. Bahwa Israel telah semau-maunya, sewenang-wenang tanpa menghiraukan apa pun. Tidak ada hukum bagi Israel tampaknya, tidak ada etika bagi Israel,” kata Taufiq dengan nada tegas.

Taufiq secara khusus menyoroti nasib jurnalis Republika yang ikut dalam misi tersebut. Ia menekankan bahwa para wartawan itu tengah menjalankan dua peran sekaligus: sebagai pengawal misi kemanusiaan yang mulia dan sebagai profesional yang sedang bekerja. Kombinasi ini, menurutnya, membuat tindakan penangkapan menjadi semakin tidak dapat dibenarkan.

“Abeng ini sedang mengawal misi kemanusiaan, tentu sedang menjalani satu misi yang sangat mulia untuk kemanusiaannya adalah untuk Gaza. Satu itu sisi mulia. Yang kedua profesinya sebagai wartawan,” jelasnya.

Ia mendorong pemerintah, khususnya Kementerian Luar Negeri, untuk mengerahkan segala kekuatan yang dimiliki demi menyelamatkan salah satu putra bangsa terbaik. “Karena dia memiliki keberanian untuk masuk pada wilayah-wilayah yang seperti itu,” imbuhnya.

Lebih jauh, Taufiq memperingatkan dampak psikologis yang bisa timbul jika pemerintah tidak bergerak cepat. Tanpa upaya penyelamatan yang nyata, ia khawatir akan muncul efek jera yang justru menekan kebebasan pers dan keberanian jurnalis lain untuk meliput isu-isu kemanusiaan di zona konflik.

“Sebab kalau ini tidak ada upaya yang keras dari pemerintah untuk penyelamatan, maka ini menjadi secara psikologis meneror teman-teman yang memiliki sikap sama, memunculkan sikap dan rasa takut untuk melakukan hal yang sama,” tutupnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar