Mayat Perempuan Tergantung di Kebun Rambutan Serang, Kondisi Sudah Membusuk

- Selasa, 19 Mei 2026 | 00:05 WIB
Mayat Perempuan Tergantung di Kebun Rambutan Serang, Kondisi Sudah Membusuk

Seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya ditemukan tewas tergantung di sebuah kebun rambutan di wilayah Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. Kondisi mayat tersebut telah membusuk dan diduga sudah tergantung selama beberapa hari sebelum akhirnya ditemukan.

Kapolsek Cipocok Jaya, AKP Juwandi, mengungkapkan bahwa penemuan mayat itu pertama kali dilaporkan oleh warga sekitar pada Senin, 18 Mei 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Korban ditemukan dalam keadaan tergantung di pohon dengan pakaian masih lengkap, namun kondisi tubuhnya sudah menghitam.

“Pada hari Senin sekira pukul 17.00 WIB, di kebun rambutan milik almarhum SN yang berada di Lingkungan Pakel Pudak, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, telah ditemukan diduga mayat perempuan yang belum diketahui identitasnya,” ujar Juwandi.

Menurut keterangan polisi, penemuan berawal ketika seorang saksi bernama RN (50) pulang dari kebun dan mendapat kabar dari anak-anak yang pertama kali melihat mayat tersebut. Setelah menerima informasi itu, RN segera melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT dan RW setempat, serta Polsek Cipocok Jaya Polresta Serang Kota.

Begitu laporan diterima, petugas kepolisian langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengamankan tempat kejadian perkara. “Selanjutnya kami berkoordinasi dengan Tim Inafis Satreskrim Polresta Serang Kota serta Rumah Sakit Bhayangkara guna penanganan dan penyelidikan lebih lanjut,” kata Juwandi.

Sementara itu, penyebab kematian dan identitas korban masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa ini untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar