Polling yang digelar akhir Desember lalu hingga pertengahan Januari ini menarik perhatian. Ternyata, mayoritas pembaca tepatnya 64,59 persen lebih memilih gaya pengasuhan yang fleksibel. Artinya, pola asuh yang bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan anak, bukan sekadar mengikuti satu label tertentu.
Dari total 449 partisipan, 290 orang mendukung pendekatan fleksibel itu. Pilihan lain? Gaya yang kerap disebut parenting VOC berada di posisi kedua, diambil oleh 92 pembaca atau sekitar 20,49 persen. Sementara itu, modern parenting justru ada di urutan terbawah, hanya dipilih 67 orang atau 14,92 persen.
Memang, dunia pengasuhan anak sekarang ini terus bergulir. Ilmu baru bermunculan, dan orang tua pun beradaptasi. Mereka mulai mempertimbangkan bukan hanya fisik, tapi juga kesehatan mental anak dalam setiap keputusan.
Kalau kita tilik ke belakang, dulu gaya asuh yang keras dan otoriter begitu dominan. Itulah yang sekarang dijuluki parenting VOC. Pola ini mengandalkan disiplin ketat, hukuman, dan perintah yang harus dituruti tanpa banyak tanya. Tujuannya sih baik: melatih mental dan kedisiplinan. Tapi caranya seringkali terasa satu arah, karena anak dianggap belum paham untuk diajak bicara.
Nah, belakangan muncul tren sebaliknya: modern parenting. Gaya ini lebih menekankan komunikasi dua arah dan kebahagiaan anak. Dari sanalah kemudian lahir banyak varian seperti gentle parenting, positive discipline, atau ethnoparenting.
Artikel Terkait
BTS Konfirmasi Konser Jakarta, ARMY Siapkan Strategi Beli Tiket
Kabar Blokir Media Sosial, Hubungan Brooklyn Beckham dan Orang Tua Kian Retak
Karpet Merah Golden Globes 2026: Hitam Berbicara, Nostalgia Bertemu Keberanian
Nestlé Tarik Susu Formula Bayi, BPOM Pastikan Tak Ada Toksin di Indonesia