KBRI Tehran Pastikan 329 WNI di Iran Aman Usai Serangan Rudal

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 18:55 WIB
KBRI Tehran Pastikan 329 WNI di Iran Aman Usai Serangan Rudal

Setelah serangan rudal Israel dan Amerika Serikat, suasana di Teheran tentu saja mencekam. Di tengah situasi itu, Duta Besar RI untuk Iran dan Turkmenistan, Roy Soemirat, menyatakan bahwa komunikasi intensif dengan Warga Negara Indonesia di kota tersebut tetap berjalan. Pihaknya berusaha memastikan keamanan dan memberikan perlindungan yang diperlukan.

Melalui pesan suara yang disampaikan Juru Bicara Kemlu Vahd Nabyl Achmad Mulachela pada Sabtu (28/2/2026), Roy memberikan penjelasan.

"Konsentrasi kami di KBRI Tehran saat ini adalah menjaga komunikasi dua arah dengan seluruh WNI, tidak hanya di Teheran tapi di berbagai kota di Iran. Yang sudah tercatat secara resmi di kami ada sekitar 329 orang. Itu yang sudah melaporkan diri."

Hingga pukul 02.30 waktu setempat, timnya telah berhasil menghubungi seluruh simpul WNI yang ada. Kabar baiknya, sejauh ini belum ada laporan tentang ancaman langsung yang dirasakan oleh mereka.

"Dari yang kami hubungi, sampai sekitar jam setengah tiga sore waktu Iran, semua menyatakan kondisi mereka aman. Tidak ada yang merasa terancam langsung akibat serangan tersebut,"

ujar Roy.

Meski begitu, kewaspadaan tetap harus dijaga. Roy menekankan bahwa situasi bisa berubah dengan cepat. Karena itu, dia mengimbau semua WNI untuk tidak lengah dan segera mengambil langkah praktis untuk melindungi diri sendiri serta keluarga.

"Tentu, kami tetap mengimbau agar para WNI mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Pengamanan diri dan keluarga adalah prioritas,"

tegasnya.

Di sisi lain, proses pemantauan situasi terus dilakukan. KBRI Tehran akan tetap berkoordinasi erat dengan pusat, yaitu Kementerian Luar Negeri di Jakarta, untuk menilai perkembangan keamanan. Update informasi selanjutnya rencananya akan diberikan secara berkala melalui juru bicara Kemlu. Intinya, mereka terus siaga.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar