4 Cara Allah Menghukum Orang Zalim Menurut Al-Quran (Wajib Tahu!)

- Minggu, 02 November 2025 | 06:40 WIB
4 Cara Allah Menghukum Orang Zalim Menurut Al-Quran (Wajib Tahu!)

4 Cara Allah Membinasakan Orang Zalim Menurut Al-Qur'an

Kezaliman termasuk dosa besar yang sangat dibenci Allah. Meskipun hukuman tidak selalu langsung terlihat, Allah telah menjanjikan balasan bagi setiap perbuatan zalim. Banyak yang bertanya-tanya mengapa pelaku kezaliman terlihat tenang dan berhasil, sementara korban terus menderita. Padahal, Allah memiliki cara-Nya sendiri dalam menghukum orang-orang zalim.

Berikut adalah 4 tahap cara Allah membinasakan orang-orang yang berbuat zalim berdasarkan firman-Nya dalam Al-Qur'an. Pengetahuan ini dapat menenangkan hati dan menguatkan keyakinan kita bahwa keadilan Allah pasti ditegakkan.

1. Al-Imhal wal-Imla' (Pemberian Tenggang Waktu)

Allah berfirman dalam QS. Al-Qalam ayat 45:

"Dan Aku memberi tenggang waktu kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku sangat kuat."

Allah tidak langsung menghukum orang zalim. Mereka diberi kesempatan dan kebebasan seolah-olah tidak ada konsekuensi. Namun, penundaan ini justru bagian dari rencana Allah yang matang. Setiap tambahan dosa yang mereka lakukan selama masa tenggang ini akan membuat hukuman mereka semakin sempurna di waktu yang tepat.

2. Al-Istidraj (Penarikan Perlahan Menuju Kebinasaan)

Allah berfirman dalam QS. Al-A'raf ayat 182:

"Dan Kami akan menarik mereka sedikit demi sedikit (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui."

Pada tahap ini, orang zalim justru terlihat semakin sukses, kaya, dan tenang. Kenikmatan duniawi yang mereka terima sebenarnya adalah jebakan halus dari Allah. Istidraj membuat mereka lengah dan semakin jauh dari pertobatan, hingga azab datang secara tiba-tiba tanpa disadari.

3. At-Tazyin (Setan Menghiasi Perbuatan Zalim)

Allah berfirman dalam QS. An-Naml ayat 24:

"Dan setan menjadikan perbuatan-perbuatan mereka terasa indah bagi mereka."

Di fase ini, pelaku kezaliman merasa benar dengan perbuatannya. Hati mereka telah tertutup sehingga mereka bangga dengan tindakan zalim yang dilakukan. Setan berhasil menghiasi dosa-dosa mereka sehingga terlihat sebagai sesuatu yang baik, padahal itu adalah jalan menuju kehancuran.

4. Al-Akhdzu (Hukuman Tiba-tiba)

Allah berfirman dalam QS. Al-An'am ayat 44:

"Hingga ketika mereka bergembira dengan apa yang diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba."

Ketika orang zalim merasa paling aman dan puas dengan kehidupan mereka, di saat itulah Allah menimpakan hukuman-Nya tanpa peringatan. Azab datang secara mendadak, tanpa memberi kesempatan untuk bertobat atau memperbaiki diri.

Kepastian Hukuman Allah bagi Orang Zalim

Allah menegaskan dalam QS. Ibrahim ayat 42:

"Dan janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak."

Kehancuran orang zalim adalah kepastian, bukan sekadar kemungkinan. Kewajiban kita bukan menunggu azab menimpa mereka, tetapi menjaga diri sendiri agar tidak termasuk golongan orang-orang yang zalim. Siapa pun yang menindas, menyakiti, atau mengambil hak orang lain akan merasakan pembalasan Allah, cepat atau lambat.

Semoga Allah melindungi kita dari sifat zalim dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang adil, sabar, dan bertawakal. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar