Pemerintah Pastikan Haji 2026 Tetap Berjalan Meski Ketegangan Timur Tengah

- Rabu, 15 April 2026 | 18:45 WIB
Pemerintah Pastikan Haji 2026 Tetap Berjalan Meski Ketegangan Timur Tengah

Oleh: Redaksi TVRINews


Jakarta – Dinamika geopolitik di Timur Tengah memang sedang panas. Tapi, jangan khawatir. Pemerintah Indonesia tegaskan komitmennya: ibadah haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi bakal tetap jalan sesuai rencana. Presiden Prabowo Subianto sendiri yang beri arahan khusus. Intinya, keselamatan jemaah nomor satu.

Menteri Haji dan Umroh, Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, bilang pemerintah terus pantau ketat perkembangan situasi di kawasan itu. Ini semua bagian dari upaya mitigasi, meminimalisir risiko apa pun yang mungkin muncul.

“Eskalasi konflik di Timur Tengah jadi perhatian serius kami,” ujar Irfan.

Dia menjelaskan, presiden sudah memerintahkan agar keselamatan jemaah jadi prioritas utama. “Makanya, semua skenario penyelenggaraan haji dan rencana mitigasi risikonya harus berdasar prinsip itu,” tegasnya dalam Konferensi Pers Pemerintah Update PHTC dan Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026, di Kantor Staf Kepresidenan, Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, seluruh langkah yang diambil berlandaskan pada prinsip perlindungan jemaah. Baik dari sisi keamanan, tentu saja, juga kelancaran saat ibadah berlangsung.

Di sisi lain, pengamanan akan dilakukan secara menyeluruh. Nggak tanggung-tanggung, cakupannya dari awal sampai akhir. Mulai dari saat jemaah berangkat dari tanah air, selama menjalani ritual di Tanah Suci, sampai proses pemulangan mereka nanti.

“Fokus kami pada keamanan jemaah di Arab Saudi, keamanan selama perjalanan dari sana, plus keamanan logistik sepanjang ibadah haji,” jelas Irfan lagi.

Memang, ketegangan di kawasan itu nyata. Ada konflik yang melibatkan Iran, Amerika, dan Israel. Namun begitu, pemerintah pastikan seluruh rangkaian haji tetap berjalan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. Tidak ada perubahan.

“Dari hasil koordinasi dengan Kemenlu, Kemenhub, otoritas bandara, maskapai, dan tentunya otoritas Arab Saudi, penyelenggaraan ibadah haji tetap dilakukan sesuai jadwal,” ucapnya meyakinkan.

Lalu, bagaimana dengan kuotanya? Untuk tahun 2026, Indonesia dapat jatah 221 ribu jemaah. Rinciannya, 203.320 untuk jemaah reguler dan 17.680 untuk jemaah khusus.

Soal jadwal, kloter pertama rencananya terbang ke Madinah pada 22 April 2026. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Makkah. Sementara, kloter terakhir baru diberangkatkan sebulan kemudian, tepatnya 21 Mei.

Puncak ibadah haji sendiri diperkirakan jatuh pada 22 Mei 2026. Nah, rangkaian inti ibadahnya baru berlangsung beberapa hari setelahnya, yaitu 26 Mei. Proses pemulangan jemaah pun nggak sekaligus. Akan dilakukan bertahap, mulai 1 Juni dan berakhir pada 1 Juli 2026.

Jadi, meski situasi geopolitik sedang rumit, persiapan haji Indonesia tetap bergulir. Fokusnya jelas: mengamankan setiap langkah perjalanan spiritual ratusan ribu warganya.


Editor: Redaktur TVRINews

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar