Meski punya nama dan penekanan berbeda, semuya punya benang merah yang sama: memberi ruang untuk mendengar sudut pandang anak. Hubungan orang tua dan anak jadi lebih seperti diskusi, bukan sekadar perintah. Dengan begitu, anak setidaknya mengerti alasan di balik suatu aturan, meski mungkin belum sepenuhnya bisa menerima.
Lantas, mana yang paling ideal?
Menurut dr. Damar Prasetya Ajie Putra, M.Sc., Sp.A, dokter spesialis anak, kuncinya adalah keseimbangan. Jangan terjebak pada satu pendekatan ekstrem.
Namun begitu, untuk hal-hal yang tidak mendesak dan masih bisa dibicarakan, dr. Damar menyarankan agar orang tua lebih fleksibel. “Turunkan ego, beri ruang bagi anak untuk mengungkapkan keinginannya,” imbuhnya. Intinya, campurkan antara batasan yang jelas dan rasa aman, sesuai dengan momen dan kebutuhan anak.
Reporter: Safina Azzahra Rona Imani
Artikel Terkait
Teh Hijau vs Air Lemon: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
Hari ke-10 Ramadhan, Momentum Memperkuat Doa di Fase Penuh Rahmat
Dadang Berusaha Alihkan Perhatian, Soleh Terima Ancaman di Banyak Jalan Menuju Rumah
Video Bocah Papua Bingung Minum Susu Kotak Soroti Kesenjangan dan Tantangan Distribusi