Meski punya nama dan penekanan berbeda, semuya punya benang merah yang sama: memberi ruang untuk mendengar sudut pandang anak. Hubungan orang tua dan anak jadi lebih seperti diskusi, bukan sekadar perintah. Dengan begitu, anak setidaknya mengerti alasan di balik suatu aturan, meski mungkin belum sepenuhnya bisa menerima.
Lantas, mana yang paling ideal?
Menurut dr. Damar Prasetya Ajie Putra, M.Sc., Sp.A, dokter spesialis anak, kuncinya adalah keseimbangan. Jangan terjebak pada satu pendekatan ekstrem.
Namun begitu, untuk hal-hal yang tidak mendesak dan masih bisa dibicarakan, dr. Damar menyarankan agar orang tua lebih fleksibel. “Turunkan ego, beri ruang bagi anak untuk mengungkapkan keinginannya,” imbuhnya. Intinya, campurkan antara batasan yang jelas dan rasa aman, sesuai dengan momen dan kebutuhan anak.
Reporter: Safina Azzahra Rona Imani
Artikel Terkait
Nikita Willy Dituding Sebagai Bintang Arogan dalam Buku Terbaru Aurelie
Buku Aurelie Buka Luka Lama, Nikita Willy Dituding Sebagai Bintang Arogan
Kaba, Putri Zaskia Adya Mecca, Sering Tonton Video Kecelakaan Pesawat, Ini Kata Psikolog
BTS Konfirmasi Konser Jakarta, ARMY Siapkan Strategi Beli Tiket