Perang terbuka antara Iran dan AS-Israel akhirnya pecah. Serangan balasan dan serangan awal saling susul-menyusul, membuat kawasan Timur Tengah makin panas dan tak menentu. Dampaknya langsung terasa: arus perdagangan minyak dunia mulai terganggu.
Kekhawatiran itu nyata. Beberapa perusahaan minyak besar dan pedagang dilaporkan memilih untuk berhenti sejenak, menunda pengiriman lewat Selat Hormuz. Langkah ini, meski sementara, bikin pasar waswas. Rantai pasok global bisa kacau, dan harga minyak tentu saja jadi taruhannya.
Seorang pejabat tinggi perusahaan, yang enggan disebutkan namanya, mengonfirmasi hal ini.
"Kapal-kapal kami akan tetap bersandar selama beberapa hari," katanya, seperti dikutip Reuters akhir pekan lalu.
Data dari Bloomberg pun seolah membenarkan situasi genting itu. Terpantau sejumlah kapal tanker minyak mulai menghindari selat strategis yang diapit Iran dan Oman itu. Jalurnya sih masih terbuka, dan beberapa kapal tetap nekat melintas. Tapi, pemandangan yang muncul justru penumpukan kapal tanker, baik di dalam maupun di luar pintu masuk selat. Seperti antrean panjang yang ragu-ragu untuk maju.
Artikel Terkait
KBRI Teheran Intensifkan Komunikasi dengan 329 WNI di Iran Jelang Eskalasi Militer
KBRI Teheran Pantau 329 WNI di Iran Usai Ketegangan Militer
Kominfo Luncurkan Layanan DARA untuk Tangani Kecanduan Gim pada Anak
Delapan Negara Timur Tengah Tutup Wilayah Udara Imbas Eskalasi AS-Israel-Iran