Dalam beberapa bulan terakhir, Rusia dan Ukraina terus meningkatkan intensitas serangan drone satu sama lain. Eskalasi ini terjadi di tengah terhentinya upaya diplomatik yang dimediasi Amerika Serikat untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir lima tahun. Konflik di Timur Tengah disebut menjadi salah satu faktor yang mengalihkan perhatian dari proses perdamaian tersebut.
Forum Ekonomi Internasional Saint Petersburg sendiri telah rampung digelar pada Sabtu (6/6) waktu setempat. Sehari sebelumnya, acara tersebut menampilkan pidato dari Presiden Vladimir Putin. Namun, saat forum berlangsung, serangan drone justru meningkat di wilayah sekitar lokasi acara.
Gubernur Leningrad, Aleksandr Drozdenko, mengumumkan bahwa wilayahnya dilanda puluhan serangan drone pada Sabtu (6/6). Leningrad merupakan wilayah Rusia yang kota utamanya adalah Saint Petersburg, sekaligus menjadi lokasi pelabuhan-pelabuhan Baltik utama. "Sebanyak 86 UAV (kendaraan udara tanpa awak atau drone) telah ditembak jatuh di wilayah Leningrad. Operasi tempur terus berlanjut," kata Drozdenko dalam pernyataannya, sebagaimana dilansir AFP.
Sementara itu, pada Rabu (3/6), atau hari pertama SPIEF digelar, drone-drone Ukraina menyerang kompleks minyak dan pangkalan militer di Saint Petersburg, kota kelahiran Putin. Serangan itu menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang telah berlangsung sejak hampir lima tahun lalu, dengan kedua pihak saling mengandalkan serangan udara jarak jauh untuk menekan lawan.
Artikel Terkait
Korlantas Polri Perkuat Penegakan Hukum dengan Teknologi Pengenalan Wajah untuk Tekan Pelanggaran Lalu Lintas
Operasi Patuh 2026 Mulai 8 Juni, Polri Utamakan Edukasi dan Tilang Elektronik
WNI Tewas Ditikam Sesama Pekerja Migran di Hokkaido, Jepang
Pembersihan Pulau Sampah Muara Angke Hampir Tuntas, Target Rampung Sabtu Sore