Erick Thohir akhirnya angkat bicara. Menteri Pemuda dan Olahraga itu merasa perlu meluruskan soal bantuan alat olahraga untuk korban bencana di Sumatera, yang belakangan ramai jadi bahan olokan di media sosial. Intinya, dia bilang, waktunya bukan sekarang.
“Bantuannya itu kan untuk fase pascabencana, bukan saat tanggap darurat,” tegas Erick, Jumat lalu. Dia tampak sedikit kesal dengan potongan pernyataannya yang diedit sedemikian rupa hingga menimbulkan kesan salah.
“Saya sudah bilang, Kemenpora akan membantu korban pada saat pascabencana. Cuma kalau tiba-tiba ada yang edit-edit, jadi hoax dibilang saat ini, ya saya nggak bisa bicara apa-apa,” ujarnya.
Pernyataan itu dia sampaikan di sela acara pelepasan kontingen Sea Games ke-33 Thailand, di halaman Istana Merdeka.
Menurut Erick, bantuan peralatan olahraga justru punya peran penting saat pemulihan. Tujuannya untuk mengembalikan aktivitas warga, sekaligus menjaga kesehatan mental dan fisik setelah trauma bencana. Dia bilang, komitmen ini sudah disampaikan lewat pernyataan resmi yang dilengkapi video, untuk menghindari salah paham lebih jauh.
Namun begitu, rencana ini tidak dibuat asal-asalan. Erick mengaku sudah berkoordinasi dengan sejumlah menteri terkait.
“Saya waktu itu bicara sama Menko saya, kan nanti setelah pascabencana baru kelihatan titik-titiknya yang perlu bantuan di mana saja,” jelasnya.
“Di situ saya bilang juga kemarin ada Pak Tito, kita juga akan berkoordinasi dengan Menteri PU. Jadi titik-titik yang tepat baru kita bisa bantu ya.”
Jadi, skemanya jelas: Kemenpora baru akan turun tangan setelah tahap darurat selesai dan dampak bencana mulai dipulihkan. Itu pun sesuai tugas dan fungsinya.
Soal alatnya seperti apa, Erick enggan merinci. Tapi satu hal dia pastikan: semua peralatan olahraga yang akan disalurkan adalah produk buatan dalam negeri. Rencana bantuan ini bahkan sudah disampaikan langsung kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam sebuah pertemuan terpisah.
Nah, tinggal tunggu eksekusinya saja. Semoga tidak lagi jadi bahan gunjingan.
Artikel Terkait
Golkar Makassar: Surat Diskresi untuk IAS Bukan Jaminan Otomatis Jadi Ketua DPD I Sulsel
Pemerintah Targetkan 5.000 Jembatan Gantung Rampung Akhir 2026 untuk Hubungkan Daerah Terpencil
Aktivitas Gempa Gunung Anak Krakatau Meningkat, Status Waspada Belum Berubah
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 800 Meter, Warga Diminta Waspada Lahar Hujan