Pergerakan Tanah di Bandung Barat Ancam Puluhan Rumah, Warga Diimbau Mengungsi

- Selasa, 19 Mei 2026 | 00:30 WIB
Pergerakan Tanah di Bandung Barat Ancam Puluhan Rumah, Warga Diimbau Mengungsi

Pergerakan tanah yang terjadi pada 14 Mei 2026 mengancam permukiman warga di Kampung Legok Kadu, Desa Celak, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, memicu kekhawatiran akan potensi longsor susulan yang lebih besar. Sejumlah rumah mengalami kerusakan akibat fenomena alam tersebut, dan warga di kawasan terdampak masih diliputi kecemasan karena belum mengetahui kapan bencana serupa kembali terjadi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, Asep Sehabudin, menyatakan bahwa dampak pergerakan tanah sudah tampak jelas pada empat unit hunian warga. Kerusakan yang terjadi meliputi retakan pada dinding samping dan belakang rumah, serta pergeseran lantai bangunan mencapai lima hingga tujuh sentimeter.

"Dari laporan yang masuk, dampak dari pergerakan tanah tersebut sudah terlihat jelas pada empat hunian warga," ujar Asep Sehabudin, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, ancaman tidak hanya terbatas pada empat rumah yang sudah terdampak, melainkan juga berpotensi membahayakan satu wilayah rukun tetangga yang mencakup dua kampung dengan total 37 kepala keluarga. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka akibat peristiwa tersebut.

"Kami belum menerima laporan korban jiwa maupun luka-luka, namun warga sangat khawatir karena mereka tidak tahu kapan bencana susulan terjadi," ucapnya.

Sementara itu, pemerintah desa bersama pihak kecamatan telah mengajukan permohonan kajian geologi dan teknis kepada BPBD Bandung Barat untuk mengetahui tingkat kerawanan wilayah tersebut. BPBD menilai kajian dari tim ahli sangat penting guna menentukan langkah penanganan dan mitigasi bencana agar risiko yang lebih besar dapat dicegah.

"Hasil kajian tersebut diharapkan mampu memberikan rekomendasi jelas mengenai tingkat kerawanan bencana, serta panduan langkah penanganan yang harus dijalankan oleh pemerintah desa maupun masyarakat agar risiko dampak yang lebih parah dapat dihindari," ujarnya.

Sebagai langkah sementara, warga yang rumahnya mengalami kerusakan diminta untuk mengungsi demi keselamatan. "Penanganan jangka panjangnya kita mengajukan kajian geologi agar segera dilakukan dan kami bisa mengambil langkah selanjutnya," katanya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags