Jurnalis Republika Bambang Noroyono Diculik Pasukan Zionis Israel

- Selasa, 19 Mei 2026 | 00:15 WIB
Jurnalis Republika Bambang Noroyono Diculik Pasukan Zionis Israel

Seorang jurnalis Republika bernama Bambang Noroyono, yang akrab disapa Abeng, menjadi sorotan setelah kabar penculikan yang menimpanya oleh pasukan Zionis Israel. Di kalangan jurnalis senior, Abeng dikenal bukan hanya karena liputan-liputannya yang mendalam dan investigatif, melainkan juga karena semangat petualang yang melekat dalam kesehariannya. Pria kelahiran Airputih-Indrapura, Batubara, Sumatera Utara pada 1984 ini telah bergabung dengan Republika sejak tahun 2011.

Selama berkarier, Abeng memiliki pengalaman liputan yang luas, mencakup bidang urban-perkotaan, politik dan hukum, internasional, investigasi dan pelaporan mendalam, hingga olahraga. Salah satu periode penting dalam perjalanan jurnalistiknya adalah ketika ia bertugas di Depok, Jawa Barat, selama dua tahun, tepatnya dari 2012 hingga 2014. Di kota penyangga Jakarta itu, ia bertanggung jawab meliput berita megapolitan dan berbagai isu perkotaan lainnya.

Rusdy Nurdiansyah, rekan sekantor Abeng di Republika yang telah pensiun sejak 2022, memberikan kesaksian tentang sosok jurnalis tersebut. Menurut Rusdy, Abeng adalah jurnalis petualang yang tak kenal lelah. Salah satu momen liputan yang paling membekas adalah ketika mereka berdua ditugaskan untuk meliput kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang menabrak Gunung Salak pada Mei 2012.

“Aku dan Abeng itu pernah tugas bareng saat meliput kecelakaan pesawat Sukhoi saat menabrak Gunung Salak pada Mei 2012. Kami berdua ditugaskan Republika ikut melakukan pencarian kotak hitam,” kata Rusdy saat dikonfirmasi.

Rusdy menambahkan bahwa dirinya dan Abeng juga kerap meliput berbagai bencana alam dan kasus kriminal bersama. Di mata Rusdy dan rekan-rekan jurnalis lainnya, Abeng adalah sosok yang penuh semangat dan memiliki jiwa petualang yang tinggi. Kini, semangat dan dedikasinya di dunia jurnalistik tengah diuji oleh peristiwa penculikan yang dialaminya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar