Final Liga Europa antara Aston Villa dan Freiburg akan berlangsung di Beşiktaş Park, Istanbul, dini hari nanti. Laga puncak ini menjadi momen bersejarah yang sangat berarti bagi kedua klub yang sama-sama mengincar gelar perdana mereka di kompetisi kasta kedua antarklub Eropa tersebut.
Di tepi Selat Bosporus yang ramai, salah satu dari dua tim akan menulis babak baru dalam sejarah mereka. Bagi Freiburg, ini adalah kesempatan pertama meraih trofi besar setelah 122 tahun berdiri. Klub asal Jerman itu belum pernah memenangkan gelar bergengsi, dan pencapaian terbaik mereka di Liga Europa sebelum musim ini hanya sampai babak 16 besar pada dua edisi sebelumnya.
Sementara itu, Aston Villa datang dengan ambisi mengulang kenangan manis sebagai juara Liga Champions musim 1981/1982. Menariknya, saat itu mereka mengalahkan klub Jerman lainnya, Bayern Munchen, dengan skor 1-0 di final. Kini, The Villans ingin mengakhiri puasa trofi selama 30 tahun.
Kedua tim memasuki laga puncak dengan modal yang sangat baik. Freiburg, yang finis di posisi ketujuh fase liga, tampil produktif di babak gugur dengan mencetak tiga gol atau lebih dalam empat dari enam pertandingan. Mereka sukses menyingkirkan Genk, Celta Vigo, dan Braga dalam perjalanan menuju final.
Tim asuhan Julian Schuster menampilkan permainan yang menghibur. Vincenzo Grifo sebagai pencetak gol terbanyak, kiper tangguh Noah Atubolu, serta gelandang berbakat berusia 20 tahun Johan Manzambi menjadi pilar utama. Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah skuad muda ini mampu tampil maksimal di panggung besar yang belum pernah mereka injak sebelumnya, terlebih melawan tim yang diasuh “raja” Liga Europa, Unai Emery.
Sang ahli taktik asal Spanyol itu akan tampil di final Liga Europa keenam kalinya sebagai pelatih, sebuah rekor yang terus ia perpanjang. Emery telah memenangkan gelar ini empat kali, dan pengalamannya bisa menjadi faktor penentu. Aston Villa juga datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengalahkan Liverpool di akhir pekan, sekaligus memastikan tiket ke Liga Champions musim depan.
Di Liga Europa, Aston Villa menunjukkan ketajaman. Setelah memenangkan tujuh dari delapan pertandingan fase liga dan finis di posisi kedua, mereka menyingkirkan Lille, Bologna, dan Nottingham Forest di babak sistem gugur. Kepemimpinan John McGinn, kreativitas Morgan Rogers, serta ketajaman Ollie Watkins menjadi senjata utama.
Pelatih Freiburg, Julian Schuster, menyebut laga ini sangat istimewa. “Ini sudah sangat istimewa. Kita harus menyebutkan bahwa kita ingin mengambil langkah terakhir dan tidak hanya puas mencapai final. Kami benar-benar termotivasi untuk memenangkannya,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa dukungan dan solidaritas di Freiburg jauh lebih kuat setelah mereka memastikan tempat di final. Ikatan luar biasa itu, menurutnya, pantas diganjar dengan perayaan juara di akhir perjalanan bak dongeng mereka di Istanbul. “Itulah kekuatan sepak bola, bahwa sepak bola dapat memikat begitu banyak orang dan menyatukan mereka. Ini perasaan yang sangat menyenangkan dan kami menikmati momen ini,” ujarnya.
Di sisi lain, Emery juga memiliki ambisi yang sama. “Memainkan final di Istanbul adalah sesuatu yang istimewa dan kita bisa bangga dengan bagaimana kita mencapainya,” ujarnya. Meski Aston Villa lebih difavoritkan berkat pengalaman dan kualitas skuad, Emery menegaskan bahwa mereka sangat menghormati Freiburg. “Sekarang nikmati, nikmati prosesnya, nikmati finalnya, nikmati persiapan pertandingan, hormati kompetisi, hormati finalnya, hormati Freiburg,” tandasnya.
Menjelang laga, ada tanda tanya besar terkait kebugaran gelandang Aston Villa, Amadou Onana, yang belum bermain sejak mengalami masalah betis di leg pertama semifinal. Jika ia tidak siap, Emery kemungkinan akan mengandalkan Victor Lindelöf yang tampil mengesankan sebagai pengganti saat melawan Forest. Sementara itu, Freiburg harus kehilangan Yuito Suzuki yang mengalami patah tulang selangka. Di luar pemain asal Jepang tersebut, semua pemain Freiburg tersedia.
Artikel Terkait
UEA Berhasil Cegat Enam Drone Asal Irak yang Targetkan PLTN Barakah
Polda Riau Tetapkan PT Musim Mas Tersangka Korporasi Perusak Lingkungan, Pegiat Dorong Penegakan Hukum ke Perusahaan Sawit Lain
Laba Bersih SeaBank Melonjak 288 Persen di Kuartal I-2026, Tembus Rp375,6 Miliar
Kemendagri Salurkan Rp1 Triliun Insentif Fiskal untuk Daerah Berprestasi di Maluku dan Nusa Tenggara