Rintik hujan tak menyurutkan niat mereka. Di hari Selasa, 24 Maret 2026 itu, kawasan Monas justru dipenuhi pengunjung yang ingin menghabiskan sisa libur Lebaran. Suasana ramai itu terlihat jelas dari pintu barat hingga selatan, mulai dari yang antre masuk ke dalam tugu, sekadar piknik di hamparan rumput, hingga berfoto ria.
Memang, cuaca tak terlalu bersahabat. Sekitar pukul dua belas siang, gerimis masih turun. Tapi ya, arus orang terus mengalir. Ada pemandangan unik: beberapa keluarga berdiri berteduh di bawah pohon, sambil mengangkat tikar plastik mereka ke atas kepala sebagai pelindung dadakan.
Anton, warga Bekasi berusia 34 tahun, adalah salah satu pengunjung yang tak gentar dengan cuaca. Dia datang bersama istri dan anak-anaknya. "Keluarga aja. Anak-anak udah pengin banget jalan-jalan. Kemarin-kemarin kumpul keluarga, jadi hari ini baru sempat main ke Jakarta," ujarnya.
Baginya, gerimis bukan halangan berarti. Anton punya alasan sendiri untuk memaksakan jalan-jalan kali ini.
"Anak-anak juga udah mau masuk sekolah lagi, jadi nggak apa-apa kita ajak jalan aja hari ini sekalian foto-foto pakai jasa keliling itu," katanya.
Rencana naik ke puncak Monas sempat terlintas, tapi antreannya panjang sekali. Akhirnya, mereka memilih muter-muter dulu. "Iya, udah pengen nyoba dari lama sebenarnya. Baru kesampean sekarang. Itung-itung buat kenang-kenangan," tutur Anton soal jasa foto keliling yang akhirnya dia coba.
Dia merasa aman-aman saja. "Lagipula gerimis doang, nggak deras, nggak apa-apa lah. Bawa payung juga kita. Kalau cuma rintik tipis begini sih masih aman. Toh di Monas banyak tempat berteduh juga," tambahnya sambil tersenyum.
Di sisi lain, cerita serupa datang dari Nuri. Perempuan 49 tahun asal Pekalongan ini datang dengan rombongan keluarga besar. Bagi mereka, Monas adalah ritual wajib tiap Lebaran saat berkunjung ke saudara di Tomang.
"Memang setiap Lebaran pasti ke Monas. Kan punya sodara di Tomang. Tiap tahun mesti ke Jakarta terus ke Monas ini lah," ujar Nuri.
Alasannya sederhana: tempatnya nyaman. "Tempatnya adem, luas, dan gratis. Buat yang pingin piknik, nikmatin udara seger, enak di sini. Banyak pohon," jelasnya.
Hujan rintik-rintik? Bukan masalah. Keluarga Nuri malah asyik berpiknik di bawah naungan pohon besar. Mereka dengan cermat menggelar makanan yang dibawa dari rumah sisa-sisa hidangan lebaran yang masih lezat.
"Bawa sisa makanan Lebaran kemarin. Kastengel, ini ada nasi sama sambel goreng yang masih sisa di rumah, udah dibawa semua aja," imbuhnya sambil tertawa.
Jadi begitulah suasana Monas di penghujang libur Idul Fitri 2026. Gerimis mungkin mengubah langit menjadi kelabu, tapi sama sekali tidak meredupkan semangat para pengunjung untuk menikmati momen bersama keluarga. Suasana tetap hangat, riuh rendah tawa, dan penuh warna.
Artikel Terkait
Kekalahan Persipura Picu Kerusuhan Suporter di Stadion Lukas Enembe, Sejumlah Fasilitas Rusak
KPK Periksa Dua Saksi Terkait Dugaan Pengumpulan Fee Proyek di Direktorat Jenderal Perkeretaapian
Kapolri Mutasi Besar-besaran, Komjen R Z Panca Putra Jabat Kalemdiklat Polri
Jalur Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Resmi Dibuka Kembali Setelah Lima Bulan Tutup Akibat Cuaca Ekstrem