Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, akhirnya membuka suara mengenai penyebab timnya gagal bersaing dengan Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda dalam perebutan gelar juara Liga Super 2025/2026. Ia secara blak-blakan menyoroti buruknya komposisi skuad pada awal musim yang membuat tim kehilangan banyak poin krusial. Menurut Riekerink, kegagalan membangun fondasi yang kokoh sejak awal kompetisi menjadi alasan utama mengapa Banten Warriors sulit menjaga konsistensi di papan atas klasemen.
Meski demikian, pelatih asal Belanda itu mengaku senang dengan peningkatan performa tim yang drastis pada paruh kedua musim. “Saya rasa di awal musim, masalah utama kami adalah komposisi skuad. Saya sudah sering sekali menyebutkan hal ini, jadi rasanya tidak perlu saya ulangi lagi,” ujar Riekerink dalam konferensi pers jelang laga pamungkas musim ini, Jumat (22/6/2026). Mantan pelatih Galatasaray tersebut menegaskan bahwa Dewa United kehilangan momentum penting saat gagal meraih poin maksimal pada fase awal kompetisi, sementara Persib dan Borneo FC mampu tampil lebih stabil sejak awal.
Sementara itu, Riekerink tetap memberikan apresiasi terhadap respons timnya setelah memasuki putaran kedua. Ia menilai perubahan besar terjadi setelah manajemen melakukan evaluasi dan mendatangkan pemain baru pada bursa transfer paruh musim. Kehadiran pemain anyar membuat persaingan internal skuad meningkat dan berdampak positif terhadap performa di lapangan. “Namun, setelah jeda kompetisi dan bursa transfer paruh musim, kompetisi internal di dalam skuad kami menjadi sangat bagus. Jika Anda melihat tabel klasemen khusus untuk 20 pertandingan terakhir setidaknya sebelum laga melawan Persis Solo kemarin kami berada di peringkat kedua,” tambahnya.
Performa apik sejumlah pemain, seperti Egy Maulana Vikri, juga ikut mendorong kebangkitan Dewa United di paruh kedua musim. Tim asal Banten itu sempat menjadi salah satu tim paling konsisten dan mampu menekan persaingan di papan atas. Riekerink kemudian menganalogikan perjalanan timnya musim ini seperti kehidupan, di mana kesalahan kecil di awal bisa berdampak besar terhadap hasil akhir. “Kesalahan kami adalah tidak meraup banyak poin di awal musim. Meski begitu, tim ini mampu bangkit dengan sangat baik dan menunjukkan ambisi yang besar,” jelasnya.
“Pada akhirnya, ini sama seperti banyak hal dalam hidup: ketika sesuatu berjalan salah, sering kali kesalahannya dimulai dari awal. Saya rasa itu adalah rangkuman terbaik untuk musim kami kali ini,” sambung Riekerink. Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Dewa United kemungkinan akan melakukan evaluasi besar menjelang musim depan. Dengan performa yang membaik di putaran kedua, Banten Warriors diyakini berpotensi menjadi penantang serius gelar juara jika mampu tampil konsisten sejak awal musim.
Artikel Terkait
Persebaya Incar Kemenangan di Laga Pamungkas Lawan Persik untuk Amankan Posisi Empat Besar
Jonatan Christie Tersingkir di Perempat Final Malaysia Masters 2026 Usai Dikalahkan Remaja China Hu Zhe An
Spalletti Siap Mundur dari Juventus Jika Gagal ke Liga Champions
Persib Bandung di Ambang Gelar, Marc Klok Peringatkan Bahaya Terlena Jelang Hadapi Persijap