Eksekusi Mati di Tennessee Gagal Total, Napi Lolos dari Hukuman Mati Sementara

- Jumat, 22 Mei 2026 | 15:35 WIB
Eksekusi Mati di Tennessee Gagal Total, Napi Lolos dari Hukuman Mati Sementara

Seorang narapidana di Amerika Serikat untuk sementara waktu lolos dari hukuman mati setelah proses eksekusi dengan suntikan mematikan di negara bagian Tennessee gagal total. Insiden langka ini terjadi ketika tim medis yang bertugas tidak mampu menemukan pembuluh darah yang sesuai untuk menyuntikkan obat pemati.

Tony Carruthers, pria berusia 57 tahun yang dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan tiga orang pada tahun 1994, telah bersiap menghadapi eksekusi pada Kamis (21/5) pagi waktu setempat di sebuah penjara di Nashville. Namun, proses yang seharusnya mengakhiri hidupnya justru berubah menjadi rangkaian kegagalan prosedural.

Menurut pernyataan resmi Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tennessee, personel medis sebenarnya berhasil menemukan jalur infus utama untuk memberikan obat mematikan. Akan tetapi, mereka gagal menemukan pembuluh darah cadangan lain yang diwajibkan berdasarkan protokol suntik mati negara bagian tersebut. Kegagalan ini memaksa otoritas penjara untuk membatalkan eksekusi.

“Eksekusi kemudian dibatalkan,” demikian bunyi pernyataan LP Tennessee, seperti dilaporkan kantor berita AFP pada Jumat (22/5/2026).

Amy Harwell, pengacara Carruthers, mengungkapkan kepada USA Today bahwa selama proses yang berlangsung sekitar dua jam tersebut, kliennya mengalami kesakitan hebat. Darah mengalir cukup banyak saat staf medis berulang kali berusaha menemukan pembuluh darah untuk memberikan dosis pentobarbital yang mematikan.

Gubernur Tennessee Bill Lee akhirnya mengeluarkan keputusan penangguhan eksekusi selama satu tahun bagi Carruthers. Sepanjang proses hukum yang panjang, pria tersebut terus bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah atas tuduhan pembunuhan yang dialamatkan kepadanya.

Sementara itu, Stacy Rector, direktur eksekutif organisasi Tennesseans for Alternatives to the Death Penalty (TADP), mengecam keras insiden tersebut. “Upaya eksekusi Tony Carruthers yang gagal ini mengerikan, tetapi tidak mengejutkan,” ujarnya.

Rector menambahkan bahwa pihaknya telah lama menyuarakan kekhawatiran tentang masalah serius dalam prosedur suntik mati. “TADP telah menyuarakan kekhawatiran selama bertahun-tahun tentang masalah serius dengan suntikan mematikan dan mendesak negara bagian kita untuk lebih transparan sehingga masalah-masalah ini dapat diatasi,” katanya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar