Badan Pusat Statistik baru saja merampungkan pengecekan lapangan yang cukup besar. Mereka mendatangi langsung lebih dari 106 ribu penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan yang tercatat mengidap penyakit kronis atau katastropik. Hasilnya? Ada temuan yang cukup menyentak.
Dari sekian ribu orang yang didatangi, ternyata 3.934 di antaranya telah meninggal dunia.
"Hasil dari ground check PBI tahap 1 itu, kami ketemukan bahwa ada 3.934 individu yang sudah meninggal dunia,"
Begitu penjelasan Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, saat berbicara di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu lalu. Suasana saat pengumuman itu terasa berat.
Namun begitu, tidak semua berita buruk. Amalia menyebut ada kabar yang lebih positif: sebanyak 89.559 penerima telah berhasil dikonfirmasi benar-benar menderita penyakit katastropik. Artinya, bantuan untuk mereka bisa terus mengalir.
"...sehingga nanti tentunya Pak Mensos akan menindaklanjutinya dengan melanjutkan pemberian manfaat terhadap PBI itu,"
Ucapnya menambahkan.
Di sisi lain, masih ada pekerjaan rumah yang mengganjal. Sekitar 9.401 orang lainnya belum bisa ditemukan sama sekali di alamat yang terdaftar. Tim BPS masih akan terus menelusuri keberadaan mereka. Ke mana menghilangnya? Itu yang sedang dicari jawabannya.
Merespons hal ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul langsung mengambil langkah. Pihaknya akan berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan untuk melacak nasib ribuan penerima yang belum teridentifikasi itu. Rencananya, pengecekan akan segera dimulai.
"Besok insyaallah tim akan meluncur ke BPJS Kesehatan. Yang 9 ribu ini mungkin pindah rumah sakit atau pindah tempat. Itu kita perlu memastikan dan butuh waktu,"
Kata Gus Ipul memberi penjelasan.
Lalu, bagaimana dengan kuota bantuan untuk mereka yang sudah meninggal? Gus Ipul menegaskan bahwa alokasi dana tidak akan berkurang. Hak tersebut akan dialihkan kepada calon penerima manfaat lain yang membutuhkan.
"Kalau yang meninggal dunia sudah otomatis dialihkan kepada penerima manfaat yang lain karena alokasinya tidak berkurang,"
Pungkasnya.
Artikel Terkait
Jusuf Kalla Salat Idul Adha di Al Azhar, Doakan Perdamaian dan Rehabilitasi Gaza
Harga Emas Antam Kembali Turun Rp13 Ribu per Gram, Buyback Ikut Melemah
Trump Jalani Pemeriksaan Medis Tahunan di Tengah Sorotan soal Transparansi Kesehatan
Arteta Resmi Dinobatkan sebagai Manajer Terbaik Liga Inggris Usai Akhiri Puasa Gelar Arsenal Selama 22 Tahun