Jakarta. Kabar baik datang dari Pemerintah Kota Tangerang. Mereka baru saja membawa pulang dua penghargaan bergengsi di tingkat Provinsi Banten, semuanya terkait Program Bangga Kencana. Penghargaan pertama datang dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, mengapresiasi penyusunan Dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Berkualitas 2025. Sementara itu, Gubernur Banten menganugerahi mereka sebagai capaian kinerja terbaik pertama se-provinsi.
Bagi Wali Kota Tangerang, Sachrudin, prestasi ini bukanlah garis finish. Justru sebaliknya.
"Ini jadi pendorong buat kita. Motivasi agar kualitas program kita terus naik, sehingga manfaatnya benar-benar bisa dirasakan warga," ujarnya.
Pernyataannya itu disampaikan di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Serang, Rabu (1/4) lalu. Saat itu, ia bersama Ketua TP PKK Kota Tangerang, Hj. Masturoh Sachrudin, menghadiri Rapat Koordinasi Daerah Program Bangga Kencana. Menurut Sachrudin, yang terpenting adalah kehadiran program di tengah keluarga-keluarga Tangerang dan dampak nyatanya bagi mereka.
Di acara yang sama, Pemkot Tangerang juga menerima suntikan dana segar. Nilainya cukup besar, Rp6 miliar, berupa Dana Alokasi Khusus Bantuan Operasional Keluarga Berencana.
Lalu untuk apa dana itu? Sachrudin menjelaskan, alokasinya akan difokuskan untuk memperkuat layanan di lapangan. Mulai dari edukasi tentang keluarga, pengendalian jumlah penduduk, sampai upaya meningkatkan kualitas hidup kelompok-kelompok yang rentan.
"Kita nggak cuma bagi-bagi bantuan. Esensinya adalah pemberdayaan. Target kita, keluarga di Tangerang jadi lebih mandiri, sehat, dan tentu saja berdaya," tambahnya.
Di sisi lain, Gubernur Banten Andra Soni yang hadir dalam kesempatan itu menekankan satu hal: peran sentral keluarga. Baginya, kekuatan sebuah daerah berawal dari sana.
"Keluarga kuat, daerah ikut kuat. Makanya, semua program pemerintah harus dimulai dari penguatan keluarga," tegas Andra Soni.
Ia pun menyebut contoh konkretnya, seperti Program Makan Bergizi Gratis. Program yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita itu disebutnya telah menjangkau jutaan warga Banten.
Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Banten juga menyerahkan bantuan sepeda listrik untuk Tim Pendamping Keluarga di tiap kabupaten dan kota. Untuk Kota Tangerang, bantuan itu diterima oleh Umi Nurjanah, seorang kader dari Kecamatan Pinang.
Dengan segala capaian dan bantuan yang diterima, Pemkot Tangerang menegaskan komitmennya. Mereka bakal terus mempererat kolaborasi lintas sektor. Tujuannya jelas: agar setiap program berjalan efektif dan pada akhirnya benar-benar mampu mengangkat kualitas hidup masyarakatnya.
Artikel Terkait
Mantan Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi Minyak Sawit
Menlu Sugiono di DK PBB: Penerapan Hukum Internasional yang Selektif Jadi Akar Krisis Global
Sembilan Kios Hangus Terbakar di Pasar Ciroyom Bandung, Tak Ada Korban Jiwa
Ratusan Pegawai Indomaret Demo Tolak Penggantian Upah Lembur Hari Libur Nasional dengan Cuti Tambahan