JAKARTA Rismon Sianipar, tersangka dalam kasus dugaan fitnah ijazah Presiden Joko Widodo, merasa dirinya dimainkan. Lebih dari sekadar dipolitisasi, ia merasa dieksploitasi dalam isu yang mengangkat soal ijazah palsu Jokowi itu. Pengakuan ini disampaikan oleh Ketua Umum Kami Jokowi-Gibran, Razman Arif Nasution, yang mengaku mendengar langsung keluhan Rismon.
Menurut Razman, Rismon secara khusus menyoroti peran Roy Suryo. "Dia merasa dipolitisasi, terutama oleh Roy Suryo. Ini bahasa dia ke saya," ujar Razman. "Dia merasa saya bukan hanya dipolitisasi, dieksploitasi juga," tambahnya.
Pernyataan itu disampaikan Razman dalam program Interupsi bertajuk 'Ada Uang Besar di Balik Kasus Ijazah Jokowi?' yang tayang di iNews, Kamis (2/4/2026).
Nah, soal eksploitasi ini rupanya punya bukti. Razman lalu bercerita tentang proses penyusunan buku "Jokowi's White Paper". Buku itu ditulis bersama oleh Rismon, Roy Suryo, dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa. Dari cerita Rismon, terlihat ketimpangan yang mencolok.
Rismon mengaku menulis bagian yang sangat besar, yakni 480 halaman. Sementara kontribusi Roy Suryo? Jauh berbeda.
"Bayangkan," kata Razman menirukan Rismon, "dalam buku Jokowi's White Paper itu yang buat 480 halaman saya. Mas Roy itu hanya 50 halaman, itupun hanya chat WA, 49 halaman itupun via chat WA."
Di sisi lain, Razman juga mengungkapkan kecurigaan Rismon. Tersangka itu menduga ada aktor lain yang menggerakkan isu ijazah palsu ini dari belakang. Namun, sampai saat ini Rismon memilih tutup mulut. Ia enggan menyebut nama.
"Dia memang menduga ada orang di balik ini," jelas Razman. "Dia enggak mau sebut nama."
Artikel Terkait
Kementerian PKP Serap 13,4 Persen Anggaran hingga Akhir Mei, 83 Persen untuk Program Rumah Swadaya
ERT NHM Diterjunkan Bantu Evakuasi Korban Erupsi Gunung Dukono, Tiga Pendaki Dinyatakan Meninggal
Menteri Perdagangan Optimis Ekspor Nonmigas Tumbuh 0,98 Persen di Tengah Tekanan Global
Kapal Bantuan Gaza Dicegat, Relawan As’ad Aras Kisahkan Detik-Detik Mencekam di Laut