Malam itu, di Pura Agung Sriwijaya Palembang, nuansa khidmat dan gemerlap lampu menyatu. Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Sandi Nugroho, hadir dalam perayaan Dharma Santi menyambut Hari Suci Nyepi Tilem Kesanga. Bagi sang jenderal, momen seperti ini lebih dari sekadar acara seremonial. Ia menegaskan, toleransi antarumat beragama adalah fondasi yang tak bisa ditawar lagi untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di Bumi Sriwijaya.
Acara yang digelar Kamis (2/4/2026) malam itu dibuka dengan Tarian Penyembrana. Sandi tak sendiri. Dirintelkam Polda Sumsel, Kombes Tony Budhi Susetyo, mendampinginya. Tampak juga Gubernur Herman Deru, Kajati Sumsel Ketut Sumedana, dan Walikota Palembang Ratu Dewa. Mereka semua hadir, duduk berdampingan, menyaksikan rangkaian acara yang berlangsung hangat.
Agendanya cukup padat. Mulai dari pengukuhan pengurus PABSS se-Sumsel oleh Gubernur, hingga penyerahan bantuan. Namun, pesan intinya jelas: keamanan bukan hanya tugas polisi.
"Bagi kami, toleransi bukan sekadar konsep sosial, melainkan instrumen mutlak dalam menjaga Kamtibmas," ujar Sandi.
Suaranya tegas namun tenang. "Ketika masyarakat saling menghormati perbedaan, maka segala bentuk potensi gangguan keamanan dan perpecahan dengan sendirinya akan teredam. Inilah kunci kondusivitas di Sumatera Selatan."
Artikel Terkait
Dody Hanggodo Soroti Otak Konslet Generasi Muda PU, Imbau Publik Tak Berprasangka Buruk
Bus Restu Terguling di Tol Jombang-Mojokerto, 1 Tewas dan 11 Luka Berat
Kejari Bangka Selatan Terima Tiga Kasus Baru: Penganiayaan, PETI, dan Pencurian dari Mertua
Polisi Buru Tiga Pelaku Bacok di Cilandak Usai Keributan Berawal dari Medsos