Video itu tiba-tiba saja membanjiri linimasa. Rekamannya kasar, mengguncang, dan menunjukkan aksi pengeroyokan di sebuah kafe di Rantepao, Toraja Utara. Bukan cuma satu korban. Seorang pria dipukuli beberapa orang, lalu seorang perempuan yang berusaha menengahi malah jadi sasaran berikutnya.
Peristiwanya terjadi Rabu malam (1/4/2026) di Kafe Valerie. Dampaknya parah: dua korban harus dilarikan dengan luka serius dan kini dirawat intensif di RS Elim Rantepao.
Yang bikin publik makin geram, dugaan pelakunya. Informasi yang beredar kuat menyebut sedikitnya tujuh orang terlibat. Lima di antaranya diduga oknum TNI dari Kodim 1414 Tana Toraja, dan dua lainnya anggota Polres Toraja Utara.
Menanggapi heboh ini, pihak kepolisian langsung bersuara. Kasi Propam Polda Sulsel, Kombes Zulham Efendi, menegaskan kasus ini tak akan dibiarkan.
“Anggota yang terlibat sudah ditangani dan saat ini dalam proses di Polres Toraja Utara,”
katanya Jumat (3/4/2026), seperti dikutip JawaPos Group. Zulham juga berjanji tak akan ada perlakukan istimewa bagi anggota yang terbukti bersalah.
Dari sisi korban, langkah hukum sudah ditempuh. Keluarga telah melapor ke Polres Toraja Utara dan juga ke Kodim 1414 Tana Toraja. Perwakilan korban, Dody, menyatakan mereka kini hanya menunggu tindak lanjut dari aparat.
Di sisi lain, komando militer juga tak tinggal diam. Dandim 1414 Tana Toraja, Letkol Inf Armal, menyebut sudah mengambil langkah tegas.
“Anggota yang terlibat sudah ditahan dan saat ini dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,”
ujarnya. Sekitar lima personel sedang didalami keterlibatannya, meski identitas mereka belum bisa dibuka karena proses masih berjalan.
Bagaimana Kronologinya?
Rekaman video yang beredar itu cukup jelas, dan sungguh memilukan. Satu pria dikeroyok, diserang bukan cuma dengan tinju tapi juga dengan benda-benda sekitar seperti kursi dan meja. Suasana kacau. Lalu, seorang perempuan yang berusaha melerai justru diseret dan mendapat perlakuan serupa.
Menurut sejumlah cerita yang beredar, awal mulanya cuma kesalahpahaman sepele. Konon, soal permintaan minuman di kafe itu. Tapi ya, itu masih dugaan. Fakta sebenarnya masih harus dibongkar oleh penyelidikan resmi.
Sampai saat ini, penyelidikan terus digenjot. Aparat gabungan polisi dan militer berkoordinasi untuk mengurai tuntas peristiwa malam itu motifnya apa, dan peran masing-masing seperti apa. Publik jelas menunggu keadilan ditegakkan, tanpa tebang pilih.
Artikel Terkait
Mikrobus Terbakar di Tol Jakarta-Cikampek KM 55, Pengemudi Selamat Tanpa Luka
Nilai Tukar Petani Nasional Naik 1,99 Persen pada Mei 2026, Hortikultura Catat Lonjakan Tertinggi
Suwardi Tahir Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua PWI Sulsel Periode 2026–2031
BMKG: Sebagian Besar Wilayah Sulsel Cerah Berawan, Sejumlah Daerah Berpotensi Hujan Ringan-Sedang