Menjelang Natal dan Tahun Baru, harga beras di Indonesia bagian Timur masih terasa berat di kantong. Padahal, pemerintah sudah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Kenyataannya, di lapangan, terutama di Papua, angka di label harga kerap tak sesuai harapan. Tantangan alam rupanya jadi faktor utama yang sulit dihindari.
I Gusti Ketut Astawa, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, mengakui hal ini. Menurutnya, medan di wilayah Timur, khususnya Papua yang masuk Zona 3 HET, memang berat.
"Zona 3 sudah ada penurunan harga, tapi masih perlu upaya lebih agar bisa mendekati HET. Soalnya, tantangan geografis di sana nyata," ujar Ketut, Minggu (28/12/2025).
Pernyataan senada datang dari Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Syahardiantono. Dia yang juga memimpin Satgas Pengendalian Harga Beras ini menyoroti biaya logistik yang membengkak.
"Kita paham, biaya angkut beras ke Papua bisa melonjak sampai dua kali lipat. Kontur pegunungan bikin akses transportasi sangat terbatas. Pilihan modanya nggak banyak," jelas Syahardiantono.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir Tahun
Pemerintah Siapkan Subsidi Rp1,3 Triliun Per Bulan untuk Tekan Kenaikan Harga Tiket Pesawat
Iran Tolak Buka Selat Hormuz, Siapkan Tatanan Baru di Teluk Persia
Kecelakaan Bus di Sanggak Diduga Akibat Rem Blong, Satu Tewas