Pemprov DKI Akui Validasi Pengaduan JAKI Pakai Foto AI, Kelurahan Ditegur

- Senin, 06 April 2026 | 00:35 WIB
Pemprov DKI Akui Validasi Pengaduan JAKI Pakai Foto AI, Kelurahan Ditegur

JAKARTA - Ada yang aneh dengan laporan warga soal parkir liar di Jakarta Timur. Bukannya foto kondisi nyata, balasan tindak lanjutnya malah pakai gambar buatan kecerdasan artifisial. Pemprov DKI akhirnya angkat bicara, mengakui ada kekeliruan dalam proses validasi pengaduan yang masuk lewat aplikasi JAKI itu.

Kepala Diskominfotik DKI, Budi Awaluddin, menyebut pihaknya segera mengambil langkah korektif. Intinya, kejadian memalukan seperti ini diusahakan tidak terulang lagi.

“Biro pemerintahan mengakui adanya kekeliruan dalam proses validasi. Selama ini belum pernah ditemukan bukti tindak lanjut pengaduan yang menggunakan foto hasil rekayasa AI,”

kata Budi, Minggu (5/4/2026).

Menurutnya, sejumlah tindakan tegas bakal dijalankan. Kelurahan Kalisari, yang diduga memalsukan bukti, bakal kena teguran tertulis. Pengaduan warga itu juga akan diinput ulang dan dialihkan ke Dinas Perhubungan, karena urusan parkir memang ranahnya di sana.

Tak cuma itu. Sekretaris Daerah akan mengeluarkan surat edaran yang secara tegas melarang penggunaan AI untuk membuktikan tindak lanjut pengaduan. Seluruh organisasi perangkat daerah dan BUMD diingatkan untuk menyelesaikan laporan masyarakat dengan cara yang benar, bukan cari jalan pintas.

Langkah lain termasuk rapat khusus membahas penanganan pengaduan dan koordinasi dengan Inspektorat untuk menyusun sanksi bagi yang ketahuan memalsukan bukti.

Soal volume kerja, angka yang disebutkan Budi cukup besar. Dari Januari sampai Maret tahun ini saja, lebih dari 62 ribu pengaduan masuk lewat berbagai kanal, termasuk JAKI. Semuanya harus ditindaklanjuti dan diverifikasi.

“Dengan jumlah pengaduan yang sangat besar, Diskominfotik akan membantu Biro Pemerintahan untuk mengidentifikasi bukti tindak lanjut yang berpotensi menggunakan AI, agar proses verifikasi semakin akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,”

ujarnya menambahkan.

Budi menegaskan, setiap laporan warga itu penting untuk perbaikan layanan publik. Karena itu, integritas dalam menindaklanjutinya adalah harga mati.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini karena mencoreng nama baik dan kinerja para petugas di lapangan yang selama ini telah bekerja dengan dedikasi tinggi dan responsif,”

katanya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus melaporkan permasalahan di wilayahnya. Kami juga sangat mengapresiasi apabila masyarakat turut mengecek hasil tindak lanjut dan memberikan masukan untuk perbaikan ke depan,”

sambung Budi.

Lantas, bagaimana cerita awalnya?

Masalah ini ramai setelah seorang pengguna Threads bernama @seinsh mengeluh. Ia mengaku sudah protes langsung, lapor ke kelurahan, tapi masalah parkir liar di Pasar Rebo itu tak kunjung selesai. Frustasi, ia coba laporkan lewat JAKI. Hasilnya? Malah dikirimi foto editan AI sebagai bukti penyelesaian.

Dua foto yang diterima @seinsh itu memang mencurigakan. Foto pertama menunjukkan mobil terparkir liar. Foto kedua, mobilnya menghilang. Tapi tampilannya janggal, seperti hasil olahan digital, bukan jepretan di lokasi kejadian.

"Ngurus masalah parkir liar di jalan kelurahan itu gimana ya? Warga protes langsung ke pelaku tidak berhasil, udah lapor ke tingkat kelurahan tidak selesai dan coba lapor lewat JAKI malah dikasih bukti palsu hasil edit AI (terlampir). Ada prosedur lain nggak ya?"

tulis @seinsh dalam unggahannya yang kemudian viral.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar