Misteri Kematian Wakil Bupati Sangihe di Pesawat dan Perlawanannya Terhadap Tambang

- Kamis, 18 Desember 2025 | 05:20 WIB
Misteri Kematian Wakil Bupati Sangihe di Pesawat dan Perlawanannya Terhadap Tambang

Pada 9 Juni 2021, sebuah pesawat Lion Air dengan rute Denpasar-Makassar menjadi tempat peristiwa pilu. Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong, meninggal dunia di udara. Berita ini, tentu saja, langsung mengguncang banyak kalangan.

Ceritanya begini. Sekitar dua puluh menit setelah lepas landas, sang wakil bupati mulai mengeluh pusing. Ajudannya berusaha menolong dengan mengoleskan minyak kayu putih, tapi kondisinya tak kunjung membaik. Malah, Helmud tak sadarkan diri. Ada penumpang lain yang berprofesi dokter dan segera memberi pertolongan medis darurat. Sayangnya, upaya itu sia-sia. Ia dinyatakan meninggal masih di dalam pesawat.

Lalu, apa penyebabnya? Hasil autopsi resmi kemudian menyebutkan bahwa kematiannya disebabkan oleh komplikasi penyakit kronis yang dideritanya. Bukan racun atau hal-hal mencurigakan lainnya. Poin ini penting untuk dicatat.

Namun begitu, publik sulit menerima begitu saja. Ada konteks lain yang membuat duka ini terasa berat dan penuh tanda tanya. Helmud Hontong dikenal sebagai sosok yang vokal menolak kehadiran PT Tambang Mas Sangihe (TMS) di wilayahnya. Tak lama sebelum wafat, ia bahkan sudah mengirim surat permohonan pembatalan izin operasional tambang itu langsung ke Kementerian ESDM.

Bayangkan saja, luas konsesi yang diberikan mencapai 42 ribu hektare. Angka itu setara dengan 56,9% dari total luas Kabupaten Sangihe. Helmud khawatir, aktivitas pertambangan skala besar itu bakal menggerus lingkungan dan mengancam kehidupan warga asli. Penolakannya bukan sekadar omong kosong, tapi diwujudkan dalam aksi nyata lewat surat protes resmi.

Nah, karena sikap tegasnya itulah, kematiannya yang mendadak langsung memantik spekulasi. Banyak yang mencium kejanggalan. Bagaimana mungkin ia wafat tepat di tengah perjuangannya melawan tambang? Isu ini pun diangkat oleh sejumlah aktivis, termasuk Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), yang mendesak polisi untuk melakukan penyelidikan lebih mendalam. Mereka ingin semua kemungkinan diusut tuntas.

Kini, tragedi itu kembali mencuat di media sosial. Di tengah hiruk-pikuk berita bencana banjir longsor di Sumatra, netizen seperti teringat kembali pada kasus Helmud Hontong. Sebuah cuitan bernada sindiran muncul di platform X.

"Jangan cari pemegang saham PT Tambang Mas Sangihe yang ditolak oleh wakil bupati ini ya. Jangan," tulis akun @logos_id.

Cuitan itu, beserta tangkapan layar yang beredar, memicu gelombang diskusi baru. Orang-orang mulai bertanya lagi, mengait-ngaitkan, dan merenungkan misteri yang seolah belum terjawab. Peristiwa di pesawat itu mungkin sudah selesai secara medis, tapi di benak banyak orang, rasa penasaran dan duka yang menyertainya masih tetap hidup.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar