Pasar saham kita lagi heboh. IHSG anjlok beberapa hari belakangan, dan respons dari Istana pun datang dengan nada tegas. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam jumpa pers Sabtu malam (31/1/2026) di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, menyampaikan langsung perintah Presiden Prabowo Subianto. Intinya, pemerintah gerak cepat dan tak main-main soal praktik manipulasi di bursa.
"Bapak Presiden memerintahkan percepatan reformasi integritas pasar," kata Airlangga.
Perintah itu bukan sekadar wacana. Ada sejumlah langkah konkret yang akan didorong. Salah satunya, demutualisasi bursa. Lalu, meningkatkan likuiditas dengan menaikkan minimum free float saham ke level 15 persen, biar sejajar dengan standar global yang berlaku. Menurut Airlangga, langkah ini bakal bikin lebih banyak saham beredar di publik. Alhasil, pasar modal kita diharapkan jadi lebih transparan, likuid, dan yang paling penting, berintegritas.
Namun begitu, fokus utama tampaknya ada pada penertiban. Pemerintah jelas-jelas menyoroti praktik spekulatif yang selama ini merusak iklim investasi, terutama yang dikenal sebagai 'saham gorengan'. Nada Airlangga keras dan berulang.
"Pemerintah tidak mentolerir, sekali lagi, pemerintah tidak mentolerir praktik manipulatif share pricing atau saham gorengan manipulatif," tegasnya.
Dia bilang, praktik semacam itu bukan cuma merugikan investor kecil. Lebih jauh, ini merusak kredibilitas pasar modal Indonesia secara keseluruhan. Imbasnya bisa ke mana-mana: meruntuhkan kepercayaan terhadap sistem keuangan nasional, dan yang paling dikhawatirkan, menghambat masuknya investasi asing yang sangat kita butuhkan untuk menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Artikel Terkait
Raja Xerxes I Menghukum Lautan Usai Badai Hancurkan Jembatan Pasukannya
Pedagang Cilik Nekat Mudik Jalan Kaki dari Bandung ke Ciamis Demi Bertemu Ibu
Ali Larijani, Politikus Senior Iran, Tewas dalam Serangan Gabungan AS dan Israel
Menko Polhukam Lepas Pemudik Gratis, Sebagian Diangkut Kapal AL