Ali Larijani, politikus senior sekaligus kepala keamanan utama Iran, dilaporkan tewas. Ia menjadi korban serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menyasar wilayah Republik Islam itu. Menurut kabar yang beredar, Larijani sedang mengunjungi putrinya saat serangan itu terjadi.
Kabar duka ini datang dari kantor berita semi-resmi Iran, Fars, pada hari Selasa (17/3). Mereka menyebut Larijani, yang berusia 67 tahun, meninggal dunia akibat serangan udara di pinggiran timur Teheran. Konfirmasi juga datang dari pihak Israel.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara terbuka menyatakan bahwa Larijani memang telah tewas dalam operasi yang mereka lakukan.
Pengaruh Larijani di Iran memang sangat besar. Dia dikenal sebagai arsitek kebijakan keamanan negara dan penasihat dekat mendiang Ayatollah Ali Khamenei. Bahkan, posisinya tetap kukuh setelah wafatnya pemimpin tertinggi itu akibat serangan udara sebulan sebelumnya.
Latar belakang keluarganya punya peran penting. Terlahir dari keluarga ulama terpandang, dia dan saudara-saudaranya menempati posisi-posisi strategis pasca Revolusi 1979. Sosoknya sering digambarkan cerdik, pragmatis, tapi punya tekad baja untuk mempertahankan sistem teokrasi Iran.
Perjalanan karirnya panjang dan penuh warna. Di era 80-an, dia memimpin Korps Garda Revolusi saat perang melawan Irak berkecamuk. Lalu, dia sempat memegang kendali lembaga penyiaran nasional. Puncaknya, dia menjabat sebagai kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi dan menjadi ketua parlemen selama belasan tahun. Sungguh, sebuah akhir yang dramatis bagi tokoh sekaliber dia.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi