Suasana hening di jam istirahat SMP Negeri 3 Sungai Raya tiba-tiba pecah. Ledakan keras terdengar, bukan sekali, tapi empat kali berturut-turut. Hari Selasa (3/2) itu, sekitar pukul 10.30 WIB, bom molotov meledak dan langsung memicu kepanikan massal di kalangan siswa dan guru.
Dalam situasi kacau itu, seorang siswa mendapat luka ringan. Bukan karena ledakan langsung, melainkan kakinya menginjak serpihan paku dari material bangunan yang berserakan. Kabar baiknya, kondisi korban sudah stabil dan diperbolehkan pulang untuk beristirahat.
Menurut keterangan Aiptu Ade dari Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, ledakan terjadi saat para siswa sedang menikmati jam istirahat dan makan MBG. Aktivitas sekolah yang biasa berjalan tenang itu langsung berubah jadi hiruk-pikuk.
"Saat kejadian anak-anak panik dan terpaksa dipulangkan lebih awal, yang sebelumnya pulang harus pukul 14.00 WIB," ujar Ade.
Ia menambahkan, kepanikan yang melanda membuat lingkungan sekolah tidak lagi kondusif. Akhirnya, diputuskan untuk menghentikan seluruh kegiatan belajar mengajar hari itu. Siswa-siswa pun diarahkan untuk segera pulang ke rumah masing-masing.
Artikel Terkait
Pandji Pragiwaksono Sowan ke MUI, Tabayyun Soal Kontroversi Mens Rea
Perjalanan Pagi Berujung Maut: Ibu Tewas, Dua Anak Selamat dalam Kecelakaan di Medan
Ulama dan Tokoh Nasional Tolak Mentah-Mentah Inisiatif Perdamaian Trump
Ramadan di Maskam UGM: 1.500 Porsi Mewah dan Ceramah Para Tokoh Nasional