Hari Selasa kemarin, komika Pandji Pragiwaksono tampak menyambangi kantor pusat Majelis Ulama Indonesia di Jakarta. Ia tak sendirian; kuasa hukumnya, Haris Azhar, turut mendampingi. Kedatangan mereka ini intinya untuk ngobrol, berdialog, sekaligus bertabayyun soal pertunjukan stand up comedy-nya yang belakangan ramai dibicarakan, Mens Rea.
Haris Azhar yang ditemui di lokasi menjelaskan suasana pertemuan itu. "Kami datang untuk menjelaskan situasi yang berkembang belakangan ini," ujarnya.
“Pandji menjelaskan pertunjukan, tujuannya, latar belakang, dan prosesnya. Selebihnya ngobrol rileks, tukar pikiran, dan diskusi banyak hal,” tambah Haris.
Di sisi lain, Pandji sendiri menegaskan bahwa niat utamanya adalah bersilaturahmi. Ia ingin dialog langsung soal materi Mens Rea yang jadi perbincangan itu bisa terjalin dengan baik.
"Alhamdulillah dialognya berjalan sangat menyenangkan, penuh tawa," kata Pandji dengan nada lega.
Ia melanjutkan, “Sebagai seniman, yang paling krusial adalah bisa menjelaskan maksud karya saya.”
Pertemuan itu ternyata tak hanya berisi penjelasan sepihak. Pandji mengaku mendapat berbagai masukan berharga dari pihak MUI. Menanggapi hal itu, ia berkomitmen untuk terus memperbaiki karyanya. Tujuannya jelas: menghibur tapi tetap mempertimbangkan perasaan publik.
“Sebagai orang yang berkarya, tentu selalu ada ruang untuk jadi lebih baik lagi,” ungkapnya. “Itu komitmen saya.”
Pertemuan yang berlangsung cair itu ditutup dengan harapan agar ke depan komunikasi semacam ini bisa terus terbangun. Pandji terlihat puas bisa menyampaikan maksud dan tujuannya secara langsung.
Artikel Terkait
Tembok SDN Tebet Barat 08 Pagi Roboh Akibat Hujan Deras, Belajar Dialihkan ke PJJ
Banjir Setinggi 35 Cm Rendam Simpang Puri Kembangan, Lalu Lintas Menuju Cengkareng Macet Panjang
Menteri LHK Apresiasi Inovasi Tabung Harmoni Hijau dan Pengelolaan Sampah Berbasis Energi di Riau
Manchester City Gagal Manfaatkan Peluang, Tertahan di Puncak Usai Imbang 3-3 Lawan Everton