Nah, karena sikap tegasnya itulah, kematiannya yang mendadak langsung memantik spekulasi. Banyak yang mencium kejanggalan. Bagaimana mungkin ia wafat tepat di tengah perjuangannya melawan tambang? Isu ini pun diangkat oleh sejumlah aktivis, termasuk Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), yang mendesak polisi untuk melakukan penyelidikan lebih mendalam. Mereka ingin semua kemungkinan diusut tuntas.
Kini, tragedi itu kembali mencuat di media sosial. Di tengah hiruk-pikuk berita bencana banjir longsor di Sumatra, netizen seperti teringat kembali pada kasus Helmud Hontong. Sebuah cuitan bernada sindiran muncul di platform X.
"Jangan cari pemegang saham PT Tambang Mas Sangihe yang ditolak oleh wakil bupati ini ya. Jangan," tulis akun @logos_id.
Cuitan itu, beserta tangkapan layar yang beredar, memicu gelombang diskusi baru. Orang-orang mulai bertanya lagi, mengait-ngaitkan, dan merenungkan misteri yang seolah belum terjawab. Peristiwa di pesawat itu mungkin sudah selesai secara medis, tapi di benak banyak orang, rasa penasaran dan duka yang menyertainya masih tetap hidup.
Artikel Terkait
Ketika Naik Jabatan Tak Lagi Jadi Mimpi: Fenomena Bekerja Tanpa Karir di Indonesia
Dua Pejabat, Satu Semangat: Sigit dan Jokowi Berjuang Habis-Habisan untuk Agenda Masing-Masing
Mendikdasmen Resmikan Puluhan Sekolah di Aceh, Bangkit Pascabencana
Gencatan Senjata Gaza Retak, 32 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Udara