Asap masih mengepul, sementara debu dan suara tangisan memenuhi udara. Serangan udara Israel di Jalur Gaza, Sabtu lalu, kembali meninggalkan lanskap kehancuran dan duka yang dalam. Menurut laporan terbaru dari Badan Pertahanan Sipil Gaza, sedikitnya 32 warga Palestina tewas. Yang paling memilukan, mayoritas dari mereka adalah anak-anak dan perempuan.
“Jumlah korban tewas sejak fajar hari ini meningkat menjadi 32 orang,” jelas pernyataan resmi mereka, yang dirilis pada Minggu. “Sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan.”
Juru bicara pertahanan sipil, Mahmud Bassal, dengan suara berat menyebutkan sejumlah lokasi yang jadi sasaran. Bukan markas militer, melainkan tempat-tempat warga biasa berusaha bertahan hidup.
“Apartemen tempat tinggal, tenda-tenda, tempat penampungan, dan sebuah kantor polisi menjadi target serangan,” ujarnya.
Di kawasan Rimal, sebuah unit apartemen hancur total diterjang rudal. Puing-puing bertebaran, dan bercak-bercak darah terlihat di jalanan sekitar. Adegan yang sulit diterima akal sehat.
Salah seorang kerabat korban, Samer al-Atbash, bercerita dengan pilu.
“Tiga anak perempuan meninggal saat mereka sedang tidur. Kami menemukan jasad mereka di jalan,” katanya, menggambarkan betapa tak ada ruang yang aman.
Kerabat lainnya, Nael al-Atbash, mempertanyakan dengan nada getir semua klaim gencatan senjata yang digaungkan.
“Gencatan senjata apa yang kalian maksud? Semua orang saling menipu satu sama lain,” ucapnya, penuh kekecewaan.
Tak hanya permukiman, sebuah kantor polisi di distrik padat Sheikh Radwan juga tak luput. Serangan di sana menewaskan tujuh orang. Bassal menambahkan, di antara korban tersebut terdapat empat polisi perempuan. Tim penyelamat bekerja tanpa henti, berjuang mengais reruntuhan. Belasan petugas darurat terlihat menyelamatkan jenazah dari tumpukan puing yang masih hangat.
Di selatan, situasinya tak kalah mencekam. Serangan lain menghantam kompleks penampungan di Al-Mawasi, wilayah yang dipadati puluhan ribu pengungsi yang hidup di tenda darurat. Asap hitam pekat membubung tinggi, sementara jumlah korban dari lokasi ini masih belum bisa dipastikan sebuah ketidakpastian yang menambah beban trauma.
Artikel Terkait
Prabowo Sampaikan Arahan Langsung ke Seluruh Kepala Daerah di Sentul
Ribuan Personel Gabungan Amankan Arus Lalu Lintas Menjelang Ramadan
Jelajahi Ragam Pizza Italia di AMargellina, dari Margherita hingga Siciliana
Gencatan Senjata Hanya di Atas Kertas, Gaza Kembali Dibombardir