Guardiola Kecewa, Frank Berseri: Dua Reaksi Berbeda Usai Tottenham Tahan Imbang Manchester City

- Senin, 02 Februari 2026 | 10:00 WIB
Guardiola Kecewa, Frank Berseri: Dua Reaksi Berbeda Usai Tottenham Tahan Imbang Manchester City

LONDON Laga panas Tottenham Hotspur kontra Manchester City berakhir dengan skor 2-2. Reaksi kedua manajer? Bisa ditebak, sangat berbeda.

Di sisi lain ruang wawancara, Pep Guardiola terlihat jelas kecewa. City sempat unggul dua gol, namun keunggulan itu menguap di depan mata. Saat berbicara pada BBC Sport, nada suaranya terdengar datar, menahan kekecewaan.

“Ini kemunduran, ya. Tapi kami masih bertahan. Masih ada 14 laga lagi, banyak poin yang bisa diperebutkan. Kita lihat saja nanti,” ujar pelatih City itu.

Guardiola mengakui, Premier League memang tak pernah mudah. Timnya sudah berusaha maksimal, menurutnya. Hanya saja, momentum bisa berubah cepat.

“Secara keseluruhan, kami main dengan bagus. Tapi sekitar menit ke-70, mereka bermain lebih banyak umpan ke belakang, menumpuk pemain di sana. Lalu mereka cetak gol, dan kita semua tahu apa yang terjadi setelahnya. Mereka dapat momentum,” paparnya dengan rinci.

“Tapi liga memang seperti ini. Kami sempat dapat momentum lagi di akhir-akhir pertandingan,” tambah Guardiola, seperti mencoba mengambil sisi positif.

Suasana sama sekali berbeda di kubu Thomas Frank. Wajah manajer Tottenham itu berseri. Hasil ini jelas suntikan semangat buat mereka.

“Dalam periode ini, sebenarnya sudah banyak hal baik yang kami tunjukkan. Cuma, belum banyak yang berbuah poin. Nah, sekarang saya senang. Empat penampilan terakhir cukup solid, dan kami belum kalah,” katanya dengan semangat.

Ia memuji mental anak asuhnya.

“Poin ini sangat penting, apalagi dengan performa di babak kedua. Mentalitas pemain bagus sekali dari awal sampai akhir,” tegas Frank.

Lalu, apa kunci kebangkitan Spurs setelah tertinggal? Frank menjelaskan, ini lebih soal penyesuaian taktis daripada sekadar ganti formasi.

“Kami beralih ke 4-4-2, tapi intinya bukan sistemnya. Kami harus menekan lebih tinggi untuk merebut bola, mengatur ulang blok tengah agar tak mudah ditembus, dan secara ofensif bermain lebih sabar di belakang garis lawan. Butuh keyakinan untuk bermain selangkah demi selangkah,” tandasnya.

Dua tanggapan, dua cerita. Satu penuh kalkulasi dan kekecewaan, satu lagi penuh kebanggaan dan energi baru. Premier League memang tak pernah membosankan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler