Januari 2026 membawa angin segar bagi sektor manufaktur Indonesia. Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur kita tercatat menguat, naik ke level 52,6 dari posisi Desember sebelumnya di angka 51,2. Ini jelas sinyal ekspansi yang menggembirakan.
Laporan dari S&P Global mengungkap, kenaikan itu didorong oleh output dan pesanan baru yang melesat lebih cepat. Yang menarik, pesanan baru ini sudah mengalami ekspansi selama enam bulan berturut-turut sebuah tren positif yang patut disimak. Di sisi lain, melihat tanda-tanda permintaan yang menjanjikan, banyak perusahaan mulai bersiap. Mereka meningkatkan aktivitas pembelian dan menambah persediaan bahan baku, antisipasi menyambut derasnya pesanan baru yang diprediksi bakal datang.
Namun begitu, gambaran pertumbuhannya tak sepenuhnya merata. Usamah Bhatti, ekonom dari S&P Global Market Intelligence, memberikan catatan penting.
"Perekonomian manufaktur Indonesia sedikit membaik pada bulan Januari, didorong oleh peningkatan berkelanjutan pada output dan permintaan baru. Sekali lagi, nampaknya ekspansi didorong oleh perekonomian domestik karena permintaan ekspor baru mengalami kontraksi berkelanjutan," jelasnya.
Jadi, meski kondisi dalam negeri terlihat hangat, pasar ekspor justru masih lesu. Tapi, sentimen pelaku usaha rupanya tetap optimis. Keyakinan mereka terhadap prospek output 12 bulan ke depan melonjak dibanding Desember lalu, bahkan mencapai level tertinggi dalam sepuluh bulan terakhir. Mereka yakin pertumbuhan ini akan berlanjut.
Lalu bagaimana dengan tekanan harga? Di tengah ekspansi, inflasi biaya input memang tercatat masih tinggi. Untungnya, posisinya relatif stabil dibanding bulan sebelumnya dan ini yang penting masih berada di bawah rata-rata historis. Kenaikan menyeluruh harga bahan baku tetap jadi beban, mau tak mau mendongkrak biaya produksi. Alhasil, banyak perusahaan memilih untuk mengalihkan sebagian beban itu ke konsumen, yang terlihat dari harga output yang ikut naik di sepanjang Januari.
Secara keseluruhan, awal tahun ini memberikan fondasi yang cukup solid. Sektor manufaktur bergerak maju, ditopang permintaan domestik yang kuat dan optimisme pelaku usaha, meski tantangan dari sisi eksternal masih ada.
Artikel Terkait
Pertamina, Vivo, dan BP Serempak Naikkan Harga BBM Non-Subsidi di Awal Bulan
Trump: Pasukan AS Tembak Tujuh Kapal Cepat Iran di Selat Hormuz, Iran Balas Serang Kapal Perang dan Infrastruktur Minyak UEA
Presiden Prabowo Hadiri KTT ke-48 ASEAN di Filipina, Bahas Dampak Konflik Iran-AS terhadap Ketahanan Energi
Hantavirus di Kapal Pesiar Atlantik: Bukan Ancaman Pandemi, Tapi Risiko Lingkungan yang Perlu Diwaspadai