Stok Beras Aceh Dipastikan Aman hingga Pertengahan 2026

- Sabtu, 13 Desember 2025 | 19:36 WIB
Stok Beras Aceh Dipastikan Aman hingga Pertengahan 2026

Kabar baik datang dari Provinsi Aceh. Pemerintah setempat memastikan stok beras di wilayah mereka aman dan cukup untuk jangka waktu yang cukup panjang. Bahkan, ketersediaannya diproyeksikan masih mencukupi hingga pertengahan tahun 2026 mendatang. Ini tentu menjadi angin segar di tengah berbagai isu pangan di daerah lain.

Kepala Dinas Pangan Aceh, Surya Rayendra, yang memberikan penjelasan ini. Menurutnya, kondisi aman ini diketahui setelah berkoordinasi dengan Perum Bulog Wilayah Aceh.

“Alhamdulillah secara stok cukup,” ujar Surya dalam sebuah konferensi pers daring BNPB, Sabtu (13/11) lalu, yang membahas update penanganan bencana di Sumatra.

Ia lalu merinci, berdasarkan informasi terbaru dari Direktur Pengadaan Bulog Pusat, stok beras di Aceh saat ini mencapai 80.000 ton. Angka yang cukup besar itu, kata dia, diperkirakan akan bertahan hingga Juni 2026.

“Dan insya Allah ini cukup untuk sampai dengan bulan Juni 2026 stok 80.000 ton ini,” tambahnya.

Dengan jumlah sebanyak itu, Surya merasa yakin ketersediaan beras untuk masyarakat Aceh relatif aman. Namun begitu, ia tak menampik bahwa ada beberapa kantong wilayah yang butuh perhatian lebih. Stok di gudang Bulog setempat dilaporkan mulai menipis.

“Jadi untuk ketersediaan beras, mudah-mudahan Alhamdulillah Aceh tidak kekurangan. Namun ada beberapa daerah yang harus segera kita penuhi atau kita tambah, seperti daerah Aceh Tengah dan Bener Meriah,” jelasnya.

Persoalannya, gudang Bulog yang melayani kedua daerah tersebut letaknya di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Nah, stok di titik inilah yang sedang berkurang. Untungnya, langkah antisipasi sudah diambil.

“Ini stoknya mulai menipis, tetapi kita sudah melakukan antisipasi dengan mendatangkan kemarin karena transportasi agak sulit dari Banda Aceh ke Takengon atau ke Rembele, agak sulit dengan membawa jumlah yang banyak,” papar Surya.

Ia melanjutkan, “Tapi Alhamdulillah, sudah dilakukan penambahan sebanyak 5 ton dua hari yang lalu ke Aceh Tengah.”

Upaya penambahan stok ke wilayah pegunungan itu tentu akan terus berlanjut. Hanya saja, semuanya bergantung pada kondisi akses transportasi yang tak selalu mudah. Pemerintah saat ini sedang menunggu kabar baik dari perbaikan jalur Lhokseumawe menuju Bener Meriah.

Begitu jalur itu bisa dilalui dengan optimal, distribusi logistik akan diprioritaskan. “Dan kalau sudah bisa dilalui, mungkin diutamakan untuk distribusi logistik dulu. Untuk distribusi logistik dan alat-alat kesehatan. Jadi ini mungkin akan ditambah lagi stok di Aceh Tengah,” pungkas Surya menutup penjelasannya.

Jadi, gambaran besarnya memang aman. Tapi di lapangan, tetap ada pekerjaan rumah untuk memastikan setiap daerah terjamin pasokan pangannya, terutama yang aksesnya terbatas.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar