Reaksi dunia internasional mulai bermunculan menyusul langkah kontroversial Donald Trump. Presiden AS itu dikabarkan telah melakukan serangan bahkan penculikan terhadap pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro. Situasi ini langsung memicu kecaman dari sejumlah tokoh global.
Dari Brasil, suara Presiden Luiz Inacio Lula Da Silva terdengar keras. Ia dengan tegas menyatakan penolakannya.
"Pemboman di wilayah Venezuela dan penangkapan presidennya telah melampaui batas yang tidak dapat diterima. Tindakan ini merupakan penghinaan serius terhadap kedaulatan Venezuela dan merupakan preseden yang sangat berbahaya bagi seluruh komunitas internasional,"
Demikian pernyataan Lula yang dilaporkan CNN Internasional, Minggu lalu. Kritik pedasnya jelas menggambarkan ketegangan yang tiba-tiba memuncak.
Di sisi lain, dari Eropa, tanggapan datang dengan nuansa yang sedikit berbeda. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, misalnya, membuka pernyataannya dengan mengingatkan bahwa Madrid tidak mengakui rezim Maduro. Namun begitu, ia tak lantas memberi lampu hijau pada aksi Trump.
"Spanyol tidak mengakui rezim Maduro. Tetapi Spanyol juga tidak akan mengakui intervensi yang melanggar hukum internasional dan mendorong kawasan ini menuju cakrawala ketidakpastian dan permusuhan,"
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Subsidi BBM Dipertahankan untuk 80 Persen Rakyat Miskin
Banyumas Olah Sampah Jadi Bahan Bakar, Capai 100 Ton RDF per Hari
Australia dan Palembang Perdalam Kerja Sama Sanitasi dan Lingkungan
PT Freeport Indonesia Kenang 9 Korban Jiwa dalam Peringatan HUT ke-59