ujar Pedro. Pernyataannya itu seperti berjalan di atas tali, berusaha menyeimbangkan posisi.
Sementara itu, dari Jerman, Kanselir Friedrich Merz menyoroti aspek hukum dari seluruh kejadian ini. Bagi Merz, situasinya tidak hitam putih. Ada kompleksitas yang harus ditimbang dengan hati-hati.
"Penilaian hukum terhadap intervensi AS itu kompleks dan membutuhkan pertimbangan yang cermat. Hukum internasional tetap menjadi kerangka kerja yang memandu. Pada tahap ini, ketidakstabilan politik di Venezuela harus dihindari. Tujuannya adalah transisi yang tertib menuju pemerintahan terpilih,"
tegas Merz. Poinnya jelas: stabilitas kawasan tidak boleh dikorbankan.
Jadi, meski nada dan penekanannya beragam, satu hal yang sama: langkah AS ini telah mengguncang panggung diplomasi global. Reaksi-reaksi ini mungkin baru permulaan.
Artikel Terkait
Prabowo Ungkap 55 Juta Penerima MBG, Tapi Masih Ada yang Bertanya: Kapan Giliran Kami?
Maduro Bantah Tuduhan Narkoba di Sidang New York Setelah Penangkapan Dramatis
Prabowo Ikut Nyanyi Lagu Daerah, Panggung Natal Nasional 2025 Semarak
Misteri Dentuman dan Cahaya Merah Gegerkan Warga Puncak