ujar Pedro. Pernyataannya itu seperti berjalan di atas tali, berusaha menyeimbangkan posisi.
Sementara itu, dari Jerman, Kanselir Friedrich Merz menyoroti aspek hukum dari seluruh kejadian ini. Bagi Merz, situasinya tidak hitam putih. Ada kompleksitas yang harus ditimbang dengan hati-hati.
"Penilaian hukum terhadap intervensi AS itu kompleks dan membutuhkan pertimbangan yang cermat. Hukum internasional tetap menjadi kerangka kerja yang memandu. Pada tahap ini, ketidakstabilan politik di Venezuela harus dihindari. Tujuannya adalah transisi yang tertib menuju pemerintahan terpilih,"
tegas Merz. Poinnya jelas: stabilitas kawasan tidak boleh dikorbankan.
Jadi, meski nada dan penekanannya beragam, satu hal yang sama: langkah AS ini telah mengguncang panggung diplomasi global. Reaksi-reaksi ini mungkin baru permulaan.
Artikel Terkait
Prabowo Dorong Terminal Khusus dan Kerja Sama Maskapai untuk Percepatan Haji
Hasan Nasbi Kritik Pernyataan Provokatif di Tengah Tantangan Global
Prabowo Perintahkan Pengawasan Ketat Pembangunan Sekolah Rakyat di Kalsel
Novel Baswedan Desak Pembentukan TGPF Independen untuk Kasus Penyekatan Andrie Yunus