Ketika Cinta Terasa Hambar, Mungkin Kamu Baru Saja Menemukan Kedamaian

- Senin, 26 Januari 2026 | 17:18 WIB
Ketika Cinta Terasa Hambar, Mungkin Kamu Baru Saja Menemukan Kedamaian

Setiap hubungan punya momennya sendiri. Ada fase di mana semuanya terasa aman dan stabil. Pasangan selalu ada, komunikasi lancar, dan pertengkaran pun jarang berujung badai. Tapi anehnya, bukannya nyaman, justru muncul rasa gelisah. Hati terasa datar, bahkan kita mulai mempertanyakan perasaan sendiri. Kok bisa?

Menurut sejumlah saksi, perasaan campur aduk ini seringkali bukan pertanda cinta memudar. Penyebabnya lebih sederhana: kita belum terbiasa dengan ketenangan. Selama ini, gambaran cinta di film atau cerita selalu dipenuhi drama, air mata, dan gejolak hati yang tak karuan.

“Banyak orang terbiasa mengasosiasikan cinta dengan intensitas emosional. Ketika intensitas itu hilang, mereka mengira cintanya juga ikut hilang,”

Ungkap Esther Perel, psikoterapis ternama asal Belgia. Dan memang, pola pikir seperti itu cukup umum.

Terbiasa dengan Naik-Turunnya Hubungan

Bayangkan hubungan yang penuh konflik. Ia menciptakan siklus emosi ekstrem: cemas menunggu, berharap, lalu kecewa, dan akhirnya lega saat masalah reda. Pola ini, yang disebut "intermittent reinforcement", justru memperkuat keterikatan. Perhatian yang datang tak menentu malah bikin ketagihan.

Nah, ketika hubungan akhirnya stabil dan tenang, tubuh dan emosi kita justru kehilangan "lonjakan" adrenalin itu. Yang dulu dianggap sebagai bukti cinta, kini hilang. Alhasil, hubungan yang sebenarnya lebih sehat malah terasa hambar. Padahal, ini justru tandanya aman.


Halaman:

Komentar