DallIgna: Marquez Hanya Tersandung Nasib Buruk di Thailand

- Kamis, 05 Maret 2026 | 18:50 WIB
DallIgna: Marquez Hanya Tersandung Nasib Buruk di Thailand

Gigi Dall’Igna, sang manajer Ducati Corse, tak bisa menyembunyikan rasa simpatinya. Ia membicarakan nasib buruk yang menimpa Marc Marquez di seri Thailand. Menurutnya, pembalap asal Spanyol itu cuma lagi sial saja.

Memang, akhir pekan lalu di Buriram penuh dengan kekecewaan bagi Marquez. Sabtu sore, ia harus merelakan kemenangan Sprint Race yang sudah di depan mata. Wasit memberinya penalti, memaksanya mengalah dan memberi jalan buat Pedro Acosta. Runner up. Bukan yang ia mau.

Nah, di balapan utama hari Minggu, malapetaka datang lagi. Saat sudah menempuh 21 putaran dari total 26 di Sirkuit Chang, ban motornya tiba-tiba pecah. Ia terpaksa masuk pit dan gagal finis. Padahal, podium sepertinya sudah dalam genggaman.

Dall’Igna, dalam perbincangannya dengan media, menegaskan satu hal: Marquez sudah memberikan segalanya.

"Marc melakukan hal itu dengan tepat, mengerahkan segenap hati dan jiwanya,"

Ucap manajer asal Italia itu. Ia melihat sang pembalap sudah berjuang mati-matian, tapi akhirnya dikalahkan oleh masalah teknis yang di luar kendali.

Kalau dirunut, kata Dall’Igna, rangkaian kesialan Marquez dimulai sejak hari Sabtu. Ia menyebut keputusan wasit di Sprint Race itu "dipertanyakan". Keputusan itulah yang merenggut kemenangan Marquez. Lalu, nasib buruk berlanjut ke hari Minggu.

"Dia sangat tidak beruntung. Kemudian di balapan utama, meskipun mengalami beberapa kesulitan, podium berada dalam genggamannya sebelum ia terpaksa mundur,"

tandasnya. Namun begitu, Dall’Igna tetap optimis. Ia yakin juara dunia 2025 ini bakal bangkit dan meraih hasil yang jauh lebih baik di seri-seri mendatang.

Perhatian pun kini beralih. MotoGP 2026 akan segera melanjutkan petualangannya ke Brasil. Balapan kedua musim ini digelar di Sirkuit Autodromo Internasional Ayrton Senna, Goiana, pada 21-23 Maret mendatang. Semua mata tertuju, apakah Marquez bisa membalaskan kekecewaannya di Negeri Samba.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar