Seorang wisatawan ditemukan tewas setelah tenggelam di Curug Ciparay, Pamijahan, Bogor, Jawa Barat, dengan kondisi kaki tersangkut di sela-sela bebatuan di dasar sungai. Tim penyelam dari gabungan SAR berhasil mengevakuasi korban setelah menjalani pencarian sejak hari sebelumnya.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengidentifikasi korban sebagai Nadzar Fanani, seorang pria berusia 31 tahun yang berasal dari Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Ia merupakan salah satu pengunjung yang tengah berwisata di lokasi air terjun tersebut.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu, 6 Juni 2026, sekitar pukul 15.20 WIB. Korban dinyatakan hilang tenggelam saat berenang di sekitar area air terjun. Upaya pencarian oleh tim SAR gabungan sempat dilakukan sejak sore, namun hingga menjelang tengah malam, korban belum juga ditemukan.
“Korban diduga terseret arus saat berada di dekat pusaran air yang cukup deras. Saksi yang berada di lokasi melihat korban kehilangan kendali, sebelum akhirnya tenggelam dan tidak muncul kembali ke permukaan,” ujar Desiana dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).
Operasi SAR dilanjutkan keesokan paginya dengan metode penyelaman. Tim gabungan memulai pencarian sejak pukul 07.00 WIB dan akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 09.25 WIB. Posisi tubuh korban berada di dasar sungai dengan kedalaman tiga meter di bawah permukaan air, dan kaki tersangkut di celah bebatuan.
Setelah berhasil dievakuasi ke darat, jasad korban langsung dibawa menggunakan ambulans desa menuju rumah duka di Jakarta Timur. “Korban kemudian dimobilisasi untuk penanganan lebih lanjut dan diserahkan kepada pihak keluarga,” kata Desiana.
Artikel Terkait
Wabah Ebola di Kongo Tewaskan 60 Orang dalam Tiga Pekan, Ketidakpercayaan Masyarakat Jadi Hambatan Penanganan
Legenda PSM Soroti Dua Wajah Timnas Indonesia di Balik Kemenangan Telak atas Oman
Pemerintah Terbitkan PP Nomor 24 Tahun 2026, BUMN Ekspor DSI Jadi Saluran Tunggal Komoditas Strategis
Imigrasi Semarang Amankan Empat WNA Tiongkok dalam Penggerebekan Sindikat Love Scamming