Langkah Trump Terhadap Maduro Picu Gelombang Kecaman Global

- Minggu, 04 Januari 2026 | 17:15 WIB
Langkah Trump Terhadap Maduro Picu Gelombang Kecaman Global

Reaksi dunia internasional mulai bermunculan menyusul langkah kontroversial Donald Trump. Presiden AS itu dikabarkan telah melakukan serangan bahkan penculikan terhadap pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro. Situasi ini langsung memicu kecaman dari sejumlah tokoh global.

Dari Brasil, suara Presiden Luiz Inacio Lula Da Silva terdengar keras. Ia dengan tegas menyatakan penolakannya.

"Pemboman di wilayah Venezuela dan penangkapan presidennya telah melampaui batas yang tidak dapat diterima. Tindakan ini merupakan penghinaan serius terhadap kedaulatan Venezuela dan merupakan preseden yang sangat berbahaya bagi seluruh komunitas internasional,"

Demikian pernyataan Lula yang dilaporkan CNN Internasional, Minggu lalu. Kritik pedasnya jelas menggambarkan ketegangan yang tiba-tiba memuncak.

Di sisi lain, dari Eropa, tanggapan datang dengan nuansa yang sedikit berbeda. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, misalnya, membuka pernyataannya dengan mengingatkan bahwa Madrid tidak mengakui rezim Maduro. Namun begitu, ia tak lantas memberi lampu hijau pada aksi Trump.

"Spanyol tidak mengakui rezim Maduro. Tetapi Spanyol juga tidak akan mengakui intervensi yang melanggar hukum internasional dan mendorong kawasan ini menuju cakrawala ketidakpastian dan permusuhan,"

ujar Pedro. Pernyataannya itu seperti berjalan di atas tali, berusaha menyeimbangkan posisi.

Sementara itu, dari Jerman, Kanselir Friedrich Merz menyoroti aspek hukum dari seluruh kejadian ini. Bagi Merz, situasinya tidak hitam putih. Ada kompleksitas yang harus ditimbang dengan hati-hati.

"Penilaian hukum terhadap intervensi AS itu kompleks dan membutuhkan pertimbangan yang cermat. Hukum internasional tetap menjadi kerangka kerja yang memandu. Pada tahap ini, ketidakstabilan politik di Venezuela harus dihindari. Tujuannya adalah transisi yang tertib menuju pemerintahan terpilih,"

tegas Merz. Poinnya jelas: stabilitas kawasan tidak boleh dikorbankan.

Jadi, meski nada dan penekanannya beragam, satu hal yang sama: langkah AS ini telah mengguncang panggung diplomasi global. Reaksi-reaksi ini mungkin baru permulaan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar