JAKARTA – Pekan ketiga Syawal sudah berjalan. Bagi yang belum sempat, pertanyaan "puasa Syawal 2026 sampai tanggal berapa?" mungkin sedang mengemuka. Tenang saja, masih ada sisa waktu untuk meraih keutamaan ibadah sunnah ini sebelum bulan benar-benar berganti.
Mengutip keterangan Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani, ulama mazhab Syafi’i memang menganggap yang paling afdal adalah melaksanakannya secara berturut-turut selepas Idul Fitri. Namun begitu, bukan berarti tidak mendapat pahala jika dikerjakan terpisah. Selama masih dalam lingkup bulan Syawal, dan tentu saja setelah menyelesaikan puasa Ramadhan, keutamaannya tetap bisa diraih.
Soal hukumnya sendiri, mayoritas ulama sepakat ini adalah ibadah sunnah. Mazhab Syafi'i, Hanbali, dan Hanafi berpandangan demikian. Di sisi lain, Mazhab Maliki punya pendapat berbeda dengan menyatakan hukumnya makruh.
Landasannya jelas, hadits riwayat Imam Muslim dari sahabat Abu Ayyub al-Anshariy.
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya kurang lebih: siapa yang berpuasa Ramadhan lalu mengikutinya dengan enam hari di Syawal, maka seolah ia berpuasa setahun penuh. Janji pahala yang besar, tapi tanpa ancaman bagi yang meninggalkannya. Inilah ciri khas sebuah kesunnahan.
Kapan Batas Akhirnya?
Nah, untuk tahun 2026 ini, patokannya bergantung pada penetapan awal Syawal yang digunakan. Jika mengikuti kalender pemerintah, puasa Syawal berakhir pada Sabtu, 18 April 2026. Sementara versi Muhammadiyah menetapkan akhir Syawal lebih cepat, yaitu Jumat, 17 April 2026. Jadi, sesuaikan dengan kalender yang Anda ikuti.
Intinya, kesempatan masih terbuka lebar.
Bagaimana dengan Niat?
Untuk puasa sunnah seperti ini, aturannya lebih longgar. Para ulama sepakat, niat boleh diucapkan setelah matahari terbit, asalkan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak subuh. Fleksibel, bukan?
Berikut lafal niatnya, baik untuk per hari maupun sekaligus enam hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
(Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatis Syawwaali lillaahi ta’aala)
"Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT."
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺻَﻮْﻡَ ﻏَﺪٍ ﻋَﻦْ ِﺳﺘَﺔٍ ِﻣﻦْ ﺷَﻮَﺍﻝٍ ﺳُﻨَﺔً ِﻟﻠَﻪ ﺗَﻌَﺎﻟَﻲ
(Nawaitu Shauma Ghadin ‘Ansittatin Min Syawaali Sunnatan Lillaahi Ta’aalaa)
"Aku niat berpuasa sunnah 6 Hari bulan Syawal karena Allah Ta’ala."
Mengapa Begitu Istimewa?
Keutamaannya sungguh luar biasa. Menurut Ibnu Rajab al-Hambali, puasa enam hari Syawal ini menyempurnakan pahala puasa Ramadhan menjadi setara puasa setahun penuh. Bayangkan, satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali. Enam hari dikali sepuluh, sama dengan enam puluh hari. Ditambah tiga puluh hari Ramadhan, genap menjadi tiga ratus enam puluh hari kurang lebih satu tahun.
Tak cuma itu. Ibadah sunnah ini juga berfungsi menutupi kekurangan-kekurangan yang mungkin terjadi saat kita menjalani puasa wajib di bulan Ramadhan. Sebuah kesempatan emas untuk memperbaiki dan menyempurnakan.
Sebuah hadits dari Tsauban, bekas budak Rasulullah, memperkuat hal ini. Beliau bersabda, “Barangsiapa berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Idul Fitri, maka ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh.”
Jadi, itulah sekelumit info tentang batas waktu puasa Syawal 2026 dan serba-serbinya. Semoga bermanfaat.
Wallahu A'lam.
Artikel Terkait
Ayu Ting Ting Perkenalkan Politisi Muda Kevin Gusnadi ke Keluarga, Isyaratkan Hubungan Lebih Serius
Survei Global Ungkap 77 Persen Perusahaan Kesulitan Cari Tenaga Kerja, Kampus Diminta Perkuat Keterampilan Praktis dan AI
Masyarakat Mulai Beralih ke Besek Bambu hingga Daun Jati sebagai Wadah Daging Kurban yang Ramah Lingkungan
Sam Bimbo di Usia 84 Ungkap Peran Istri sebagai Kunci Kebugaran dan Daya Ingat Tajam