Ledakan dahsyat mengguncang sebuah pabrik kertas di Longview, negara bagian Washington, Amerika Serikat, pada Selasa (26/5/2026) waktu setempat, setelah sebuah tangki raksasa berisi bahan kimia korosif ambruk. Insiden itu menewaskan sedikitnya satu orang pekerja, sementara sembilan lainnya dinyatakan hilang dan sembilan orang mengalami luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi serius.
Tangki yang runtuh tersebut memiliki kapasitas hampir satu juta galon atau setara dengan sekitar 3,4 juta liter. Otoritas setempat awalnya memperkirakan volume tangki hanya 80 ribu galon, namun angka itu kemudian direvisi secara signifikan. Cairan kimia yang dikenal sebagai "white liquor" campuran natrium hidroksida dan natrium sulfida yang digunakan dalam proses penghancuran kayu untuk memproduksi kertas kraft tumpah ke saluran drainase setelah struktur tangki pecah.
Hingga Selasa malam, tim penyelamat masih berupaya melakukan evakuasi, namun proses pencarian korban terkendala oleh kondisi tangki yang belum stabil. Departemen Pemadam Kebakaran Longview dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa tangki masih dalam kondisi berbahaya bagi petugas darurat.
"Tangki masih dalam kondisi tidak stabil dan menciptakan situasi berbahaya bagi petugas darurat," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Petugas kini memfokuskan upaya pada penguatan struktur lokasi sebelum operasi pencarian lanjutan dapat dilakukan dengan aman. Salah satu korban luka adalah seorang petugas pemadam kebakaran yang turut merespons kejadian. Korban dilaporkan mengalami luka bakar dan gangguan pernapasan akibat paparan zat kimia, dengan tingkat cedera mulai dari ringan hingga kritis.
Meskipun demikian, otoritas memastikan bahwa tidak ada ancaman langsung bagi masyarakat sekitar lokasi pabrik. Di sisi lain, sejumlah keluarga pekerja mulai berdatangan ke pintu masuk fasilitas perusahaan untuk mencari informasi mengenai nasib kerabat mereka. Di pusat bantuan keluarga yang didirikan di dekat lokasi kejadian, suasana haru terlihat jelas. Beberapa warga tampak menangis dan saling berpelukan menanti kabar.
Fasilitas Nippon Dynawave Packaging Co. yang menjadi lokasi insiden merupakan pabrik produksi bubur kertas dan kemasan cair yang telah berdiri sejak 1953. Terletak di tepi Sungai Columbia, pabrik ini mempekerjakan sekitar 1.000 orang dan memproduksi bahan baku untuk tisu, kertas cetak, gelas, piring, karton, serta berbagai produk lainnya. Longview sendiri adalah kota berpenduduk sekitar 38 ribu jiwa yang memiliki sejarah panjang di industri kayu dan kertas.
Pejabat pemadam kebakaran setempat, Scott Goldstein, mengungkapkan bahwa banyak petugas tanggap darurat memiliki hubungan keluarga atau pertemanan dengan para pekerja di pabrik tersebut. Hal ini menambah beban emosional dalam proses penanganan insiden.
Penyebab ledakan hingga kini masih belum diketahui dan penyelidikan masih berlangsung. Senator AS Patty Murray menyebut insiden itu sebagai "tragedi besar." Sementara itu, catatan dari Departemen Tenaga Kerja Washington menunjukkan bahwa Nippon Dynawave pernah dikenai denda total sebesar 3.400 dolar AS atas tiga pelanggaran keselamatan kerja sejak 2021. Pelanggaran tersebut mencakup pekerja yang tidak menggunakan pelindung wajah, risiko jatuh tanpa perlindungan keselamatan, serta pemindahan alat kerja sebelum investigasi kecelakaan selesai dilakukan.
Selain itu, Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja AS (OSHA) mencatat adanya dua laporan keluhan keselamatan terhadap perusahaan pada Maret dan Mei tahun ini yang masih dalam tahap penyelidikan. Belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan mengenai rangkaian temuan tersebut.
Artikel Terkait
Masjid Raya Pondok Indah Terima 45 Ekor Hewan Kurban, Mulan Jameela Jadi Salah Satu Pengkurban
Partai Demokrat Salurkan 63 Ekor Sapi Kurban untuk Idul Adha, Termasuk Sapi Milik AHY dan SBY
Harga Emas Anjlok 1,3% Akibat Spekulasi Kenaikan Suku Bunga AS dan Ketegangan Iran
Menteri Kebudayaan Sebut Hubungan Indonesia-Prancis Saling Menguntungkan di Tengah Kunjungan Prabowo