Apple resmi menggugat OpenAI ke pengadilan federal di San Jose, California, dengan tuduhan perusahaan kecerdasan buatan itu mencuri rahasia dagangnya. Dalam gugatan setebal 41 halaman, Apple menuding OpenAI secara agresif merekrut karyawannya dan mengekstrak informasi rahasia untuk mengembangkan perangkat keras sendiri.
Gugatan ini mengungkapkan bahwa upaya pencurian informasi dilakukan di berbagai tingkatan, mulai dari staf teknis hingga kepala perangkat keras, dan bahkan melibatkan mitra bisnis. "Di setiap tingkatan, dari anggota Staf Teknis hingga Kepala Petugas Perangkat Keras, dan dalam koordinasi dengan mitra bisnis, OpenAI telah mencuri rahasia dagang dan informasi rahasia Apple," demikian bunyi pengaduan tersebut, seperti dikutip dari AFP pada Sabtu (11/7/2026).
Kedua perusahaan sempat menjalin kemitraan pada 2024 untuk mengintegrasikan ChatGPT ke dalam produk Apple. Namun, hubungan itu memburuk setelah OpenAI menilai Apple gagal mempromosikan integrasi tersebut secara memadai. Bloomberg pada Mei melaporkan bahwa OpenAI sendiri tengah mempertimbangkan tindakan hukum terhadap Apple terkait hal itu.
Apple menegaskan bahwa gugatan ini merupakan langkah yang diperlukan setelah OpenAI tidak menanggapi keluhan yang disampaikan pada Februari. Perusahaan yang berbasis di Cupertino itu menuntut ganti rugi dan perintah pengadilan yang melarang OpenAI menggunakan informasi rahasianya. "Bukti signifikan menunjukkan bahwa individu yang dipekerjakan oleh OpenAI secara tidak sah mengambil informasi rahasia dan konfidensial Apple mengenai teknologi, proses, dan produk kami yang belum dirilis," kata Apple dalam pernyataan kepada AFP. "Kami akan selalu membela kerja keras dan inovasi tim kami, dan kami mengambil semua langkah yang tepat untuk melakukannya."
Gugatan ini juga menyebut anak perusahaan perangkat keras OpenAI, io Products, yang didirikan oleh mantan kepala desain Apple Jony Ive serta dua mantan karyawan senior Apple, Tang Yew Tan dan Chang Liu. Langkah hukum ini diprediksi akan mempersulit rencana OpenAI untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO) yang telah lama dinantikan.
Menanggapi gugatan tersebut, OpenAI menyatakan melalui juru bicaranya, "Kami tidak tertarik pada rahasia dagang perusahaan lain. Kami tetap fokus pada pengembangan teknologi inovatif yang memberdayakan orang di mana pun."
Artikel Terkait
OpenAI Rilis GPT-5.6 dengan Tiga Varian Model, Sempat Tertunda karena Kekhawatiran Keamanan Siber
OpenAI Segera Luncurkan GPT-5.6 Setelah Kantongi Izin Pemerintah AS
Pemerintah Bedah 14 Layanan Apple demi Lindungi 70 Juta Anak di Ruang Digital
Apple Jual iPhone 16e Refurbished dengan Diskon Hingga Rp3,2 Juta