Jepang dan Korea Selatan Pecah Dominasi, Juara Perdana BATC 2026

- Minggu, 08 Februari 2026 | 23:15 WIB
Jepang dan Korea Selatan Pecah Dominasi, Juara Perdana BATC 2026

MURIANETWORK.COM - Dua juara baru lahir di pentas bulu tangkis Asia. Jepang dan Korea Selatan masing-masing mencatat sejarah dengan meraih gelar juara Kejuaraan Beregu Asia (BATC) 2026 untuk pertama kalinya, mengakhiri dominasi tradisional China, Indonesia, dan Malaysia. Turnamen yang berlangsung di Conson Gymnasium, Qingdao, China, pada Minggu (tanggal) itu berakhir dengan kemenangan telak kedua tim atas tuan rumah di partai final.

Jepang Pecah Dominasi di Sektor Putra

Final sektor putra menyajikan pertunjukan yang impresif dari tim Jepang. Mereka sukses menundukkan China dengan skor telak 3-0, sekaligus memutus siklus gelar yang selama lima edisi sebelumnya hanya dipegang oleh Indonesia, Malaysia, dan China. Kemenangan ini bukan hanya angka, tetapi pernyataan tentang matangnya regenerasi dan kekuatan tim secara keseluruhan.

Yushi Tanaka memberi awal yang sempurna dengan kemenangan dua gim langsung atas Hu Zhe An. Momentum itu diteruskan oleh pasangan ganda Kakeru Kumagai dan Hiroki Nishi yang harus berjuang tiga gim sengit sebelum akhirnya mengatasi He Ji Ting/Ren Xiang Yu.

Dengan keunggulan 2-0, tekanan beralih ke pundak Koki Watanabe. Menghadapi Zhu Xuan Chen di partai penentu, Watanabe menunjukkan mental baja. Setelah kehilangan gim pertama dengan tipis, ia bangkit dan mengendalikan permainan.

"Saya mencoba tetap tenang dan fokus pada poin demi poin di gim penentu. Senang bisa menyumbangkan kemenangan untuk tim," ujar Watanabe setelah pertandingan.

Kemenangan Watanabe dalam tiga gim tersebut sekaligus mengunci gelar juara untuk Jepang tanpa perlu melanjutkan ke partai keempat, sebuah pencapaian yang sangat signifikan di kandang lawan.

Korea Selatan Juara Perdana di Sektor Putri

Di sektor putri, narasi serupa tercipta. Korea Selatan, yang selama ini dikenal sebagai kekuatan yang konsisten, akhirnya berhasil memecah "telur" gelar juara BATC. Mereka juga menang dengan skor 3-0 atas China, yang tampil tanpa pemain-pemain bintangnya namun tetap diandalkan sebagai favorit.

An Se-young, pemain tunggal putri nomor satu dunia, langsung menegaskan kelasnya. Ia mengalahkan Han Qian Xi dengan permainan dominan, memberikan pondasi kepercayaan diri yang kuat bagi skuadnya. Kemenangan itu kemudian dilanjutkan oleh duet ganda Baek Ha-na dan Kim Hye-jeong yang tampil solid.

Partai penutup menjadi tanggung jawab Kim Ga-eun. Melawan Xu Wen Jing, ia sempat tertinggal setelah kalah di gim pertama. Namun, Ga-eun menunjukkan komposisi mental yang luar biasa dengan membalikkan keadaan secara meyakinkan di dua gim berikutnya.

"Ini adalah momen bersejarah bagi kami. Semua pemain memberikan segalanya, dan hasil ini adalah buah dari kerja keras tim," tutur Kim Ga-eun, yang menjadi pahlawan penutup kemenangan bersejarah itu.

Implikasi dan Peta Persaingan ke Depan

Kegagalan China meraih gelar di kedua sektor di depan publik sendiri tentu menjadi bahan evaluasi tersendiri. Namun, melihat komposisi tim yang dikirim, banyak pengamat percaya bahwa tuan rumah masih menyimpan kekuatan penuh untuk ajang tim beregu yang lebih prestisius, Piala Thomas dan Uber 2026.

Di sisi lain, prestasi Indonesia yang harus puas dengan dua medali perunggu setelah kalah di semifinal juga memberikan gambaran jelas. Kompetisi di tingkat Asia kini semakin ketat dan terbuka. Kemenangan Jepang dan Korea Selatan bukanlah kecelakaan, melainkan hasil dari pembinaan sistematis dan persiapan matang yang mulai menuai hasil.

Kejuaraan Beregu Asia 2026 ini telah mengirimkan pesan yang jelas: peta kekuatan bulu tangkis Asia sedang mengalami pergeseran. Kedatangan dua juara baru ini tidak hanya menyegarkan rivalitas, tetapi juga menjanjikan persaingan yang lebih sengit dan tidak terduga di tahun-tahun mendatang.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar