Neraca Perdagangan Indonesia September 2025 Catat Surplus USD 4,34 Miliar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada September 2025 kembali mengalami surplus sebesar USD 4,34 miliar. Pencapaian ini menandai 63 bulan berturut-turut atau lebih dari 5 tahun perdagangan Indonesia tetap surplus sejak Mei 2020.
Perbandingan Surplus Perdagangan
Meski tetap surplus, nilai surplus September 2025 tercatat lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan periode yang sama tahun sebelumnya. Data ini menunjukkan dinamika perdagangan Indonesia di tengah kondisi global.
Performa Ekspor Indonesia September 2025
Nilai ekspor Indonesia menunjukkan kinerja positif dengan capaian USD 24,68 miliar pada September 2025. Angka ini tumbuh 11,41% dibandingkan September 2024.
Ekspor Nonmigas dan Migas
Ekspor nonmigas menjadi penyumbang utama dengan nilai USD 23,68 miliar yang mengalami kenaikan signifikan sebesar 12,79%. Sementara itu, ekspor migas tercatat USD 0,99 miliar atau turun 13,61% dibanding tahun sebelumnya.
Ekspor Kumulatif Januari-September 2025
Secara kumulatif, total nilai ekspor periode Januari-September 2025 mencapai USD 209,80 miliar, meningkat 8,14% dibanding periode sama 2024. Sektor industri pengolahan menjadi andalan dengan kontribusi pertumbuhan sebesar 12,58%.
Performa Impor Indonesia September 2025
Di sisi lain, nilai impor Indonesia juga mengalami kenaikan menjadi USD 20,34 miliar pada September 2025, naik 7,17% dari periode sama tahun sebelumnya.
Impor Migas dan Nonmigas
Impor migas tercatat USD 2,64 miliar (naik 4,29%), sementara impor nonmigas mencapai USD 17,70 miliar (naik 7,62%). Kenaikan impor ini mengindikasikan permintaan domestik yang tetap kuat.
Impor Kumulatif Januari-September 2025
Total impor periode Januari-September 2025 mencapai USD 176,32 miliar, tumbuh 2,62% dibanding periode sama tahun 2024.
Data neraca perdagangan Indonesia September 2025 ini menunjukkan ketahanan perdagangan nasional dengan surplus yang konsisten, didorong oleh kinerja ekspor nonmigas yang tetap kuat meski dihadapkan pada berbagai tantangan global.
Artikel Terkait
IHSG Turun 0,53% ke 8.103,88, Mayoritas Sektor Terkoreksi
Rupiah Melemah ke Rp16.842 per Dolar Dihantam Sentimen Geopolitik Timur Tengah
MNC Sekuritas Gelar Instagram Live Bahas Strategi Investasi Hadapi Volatilitas Pasar
BPS Catat Penurunan Pengangguran Jadi 7,35 Juta Orang pada November 2025