MURIANETWORK.COM - Pasar saham Indonesia menutup perdagangan Kamis (5 Februari 2026) di wilayah negatif, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,53 persen ke level 8.103,88. Pelemahan ini terjadi meski indeks sempat menguat di awal sesi, mencerminkan tekanan jual yang muncul seiring berjalannya waktu. Mayoritas sektor tercatat melemah, dengan hanya segelintir saham yang mampu bertahan di zona hijau.
Perjalanan Indeks dan Sentimen Sektoral
Perdagangan hari ini diawali dengan sentimen positif. IHSG dibuka menguat di level 8.154,60 dan bahkan sempat menyentuh puncak harian di 8.214. Namun, kepercayaan tersebut tidak bertahan lama. Indeks kemudian berbalik arah dan bergerak turun secara bertahap hingga penutupan. Dinamika ini menunjukkan bahwa aksi ambil untung atau kekhawatiran tertentu masih mendominasi sentimen pasar di sesi akhir.
Tekanan terlihat luas di hampir seluruh papan. Indeks berkapitalisasi besar seperti LQ45 dan IDX30 ikut terseret, masing-masing turun 0,41 persen dan 0,15 persen. Dari sisi sektoral, pelemahan terjadi secara merata. Sektor energi, keuangan, teknologi, dan infrastruktur berada di antara yang terkoreksi. Hanya sektor non-siklikal, yang mencakup barang kebutuhan pokok, yang berhasil bertahan dengan kenaikan 0,79 persen, mengisyaratkan pergeseran dana menuju aset yang dianggap lebih defensif.
Artikel Terkait
Ketegangan AS-Iran Dongkrak Dolar, Pasar Waspadai Inflasi dan Suku Bunga
IEA Peringatkan Kerusakan Aset Energi di Timur Tengah Picu Krisis Global
Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu per Gram Pasca-Lebaran, Galeri24 dan UBS Stabil
Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu per Gram, Galeri24 dan UBS Stabil